Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sudah sadar dengan usia?

Sumber: Pinterest Sadar tidak prioritas dalam hidup kita akan berubah tidak lama lagi? Setidaknya ini semakin berlaku untuk usia 20 tahun ke atas. Usia yang memasuki dunia kerja, dunia yang katanya 'memasuki gerbang dewasa'. Dari yang mau jajanan, jadi mikir kebutuhan. Dari yang sekadar ingin, jadi mikir "Emang ini perlu?" Dari yang tinggal  checkout  barang, jadi mikir, buat cek saldo dulu. Dan setelah mengeluarkan sesuatu, apalagi untuk hal yang rasanya kurang bermanfaat. Selalu ada rasa khawatir, bahwa keinginan jauh melampaui kebutuhan. Disamping karena pengeluaran, kayanya lidah ini juga kurang cocok makan-makanan yang terlihatnya "Wah", nyessnya gimana gitu hahaha. Mungkin karena pas kecil terlatih makan garem pake nasi. Ibarat cukup dengan aqua, tapi selalu mencari yang boba. Ayolaaahh, Aku melihat ke sekeliling dan makin sedikit yang kutemukan 'kesia-siaan'. Justru aku banyak menyaksikan mere...

Agustus

Hari Sabtu tanggal satu bulan Agustus.  Sebagaimana bulan-bulan dan hari yang telah lalu. Saya sudah cukup banyak belajar, termasuk belajar membiarkan waktu menjalankan tugasnya sebagai penyembuh rasa duka dan kecewa. Sebab, memaksakan diri untuk pulih dengan tergesa-gesa, ternyata hanya memperparah lara yang sudah ada. Tidak, tidak semelow itu, bacanya biasa saja. Saya tidak ingin kehilangannya. Padahal niat awal, janji tidak akan mengarah ke masa lalu, nyatanya sedikit banyak kata-katanya justru mengarah kesana. Sudah, saya hanya ingin menyadarkan diri saya, bahwa hari ini sudah masuk bulan Agustus. Bulan ke delapan dari dua belas bulan yang akan datang. Semenjak pandemi, Maret pertengahan lalu. Sampai hari ini? Perubahan apa yang sudah banyak tercipta? Saya sedikit banyak berbahagia, karena pandemi yang sudah hampir lima bulan ini, membuat interaksi untuk bertemu dengan banyak orang sedikit berkurang. Justru sekarang saya khawatir.  Memikirkan...

Ibu, bapak dan cerita.

Satu hal yang terkadang sebagian kita lupa meluangkannya. Yaitu waktu, waktu dimana bapak dan ibu bercerita. Apa yang luput dari kita, tidak berarti luput darinya karena usia. Tentang siapa temen-temen kita, cerita yang tanpa sadar spontan kita bagikan. Melekat dalam ingatannya. Hari ini, ketika ibu duduk disamping dan ikut melihat apa yang sedang anaknya lakukan dengan wajah yang tidak asing dilihatnya. Ingatannya membawa kepada banyak pertanyaan-pertanyaan. Kalau lagi cerita gini, pasti ibu ngabsenin temen-temen anaknya yang sering atau hanya sebatas mampir atau pernah main ke rumah, mulai dari yang smk sampai temen kuliah yang baru kemarin datang kerumah. Baik yang kebanyakan wanita, atau yang sesekali pria. Kalau ada yang ibu mau tanyakan atau ceritakan tapi lupa nama, pasti ciri khasnya yang diinget. Kesan pertama yang ibu lihat atau yang ibu dengar dari cerita anaknya, itulah yang melekat dalam ingatannya. "Iya, itu yg tinggi. Yg pendiem." Dan sampai yang membua...

Fall in love

fall in love with people you can’t have.  it's hurt, but. still do. why? another people life in the same place, but You still love him. Really! It's stupid. You're very precious. He's alien.  truth your heart! if you want happy, leave him. he can't love you. really, really can't love you. open your eyes. can You see? understand? your family, friends and another else. always love you more.  love you yesterday, now and tomorrow. make them proud of you. now.

Cara mengakhiri hidup

Manusia makhluk yang sangat beragam, ada yang memang terang-terangan menampakan apa yang tengah ia rasakan. Namun, ada juga yang dirasa jika menceritakannya kepada orang lain, hanya akan menambah beban. Cara yang tepat untuk mengakhiri semuanya, berputus asa, berputus asa sebab hal remeh. Memang terlihat lucu, tapi manusia sering kali meremehkan bagian kecil dari hidup seseorang, tanpa tau bagaimana usaha orang lain, tanpa tau kehidupan orang yang dimaksud, tanpa tau trauma lamanya. "Rasa-rasanya aku ingin bunuh diri!" Tepat. Hanya itu layaknya ucapan batin yang sangat melegakan. Mengakhiri hidup, menyelesaikan masalah, menghilang dari bumi-Nya. Manusia diberi ujian, Tuhan sendiri yang berjanji akan selalu ada jalan keluarnya. Namun sayangnya, manusia terlalu sombong, berwenang atas jasadnya. Nanti, suatu waktu. Apa akan datang orang yang kamu maksudkan hadirnya? Kamu itu bodoh, atau hanya meminta belas kasih?! Jika yang kamu kira, akan ada orang yang selalu mengertimu, saya...

Mengenali Diri Sendiri

Bagaimana kabar hari ini? Ga kerasa ya, udah hampir memasuki bulan ketiga dari arahan untuk kita tetap #dirumahaja. Masih inget ga, apa yang kalian lakuin di hari-hari terakhir sebelum lockdown? Dari awalnya seneng, ngeluh sampai sekarang mulai terbiasa. Gimana perasaannya? Tiga bulan, bukan waktu yang sebentar. Hari-hari yang rasanya hanya diisi dengan kegiatan berulang. Ga ayal membuat kita merasa sedikit bosan, atau banyak jenuhnya. Lalu dengan waktu yang cukup memberikan kita banyak keluangan dan kesempatan. Sudah sejauh mana kita bisa mengenali diri kita?  Pada masa pandemi seperti ini, kita melakukan kegiatan yang memang lebih banyak sendiri, dengan orang-orang dan ruang yang terbatas. Bagi saya kesendirian adalah ruang di mana saya bisa tau siapa saya sebenarnya. Selama pandemi ini, secara tidak langsung. Saya mengetahui sisi ketidaksukaan diri terhadap tindakan seseorang. Tentang apa yang saya dapat lakukan tanpa ada dorongan siapa pun, dan mana yang rasanya dij...

Tentang Kita

Hari ini siapa pun bebas mengekspresikan apa yang ia rasakan. Tentang pola pikir, opini dan prinsip yang ia pegang. Rasanya setiap orang memiliki wawasan yang begitu luas, pemikiran yang kritis, dan merasa diri jauh tertinggal. Tapi, bukan berarti kita bisa mengkerdilkan diri. Justru yang patut diberikan penghargaan tertinggi adalah diri kita sendiri. Pernah ga si kita tersinggung sama opini seseorang? Atau mungkin, bisa juga karena opini dan sudut pandang kita, kita salah menduga sesuatu. Gapapa, ga usah khawatir. Belajar dari kesalah itu baik. Karena dari kesalahan kita dapat pengalaman. Langsung aja ya, ini tentang opini w ya temen-temen. Jadi kalo masih banyak salahnya tolong dikoreksi yaaa. Oke jadi gini, beberapa waktu yang lalu w baca salah satu tweet yang ngeshare kesuksesan seseorang. Dan anehnya yang sering w lihat pada umumnya adalah ramai dengan pujian dan tanggapan positif, tapi kali ini berbalik. Justru orang tersebut mendapat tanggapan yang sangat kontra. Kur...

Ramadhan 1441 H

Sebulan yang lalu, aku menanti hasil sidang isbat penetapan satu ramadhan. Berbeda memang, ramadhan tahun ini terdapat banyak hikmah yang bisa kita petik dan jadi cerita untuk ramadhan yang akan datang, ramadhan ditengah wabah corona, kita khawatir, terselip pertanyaan, "Bagaimana nanti kita melewati ramadhan tanpa shalat tarawih berjamaah di masjid, i'tikaf, bahkan tanpa shalat idul fitri berjamaah di lapangan?" Namun, tanpa terasa kita berusaha mampu melewati itu semua, kita tetap bisa melakukan shalat taraweh, berdiam diri, melakukan kegiatan yang bermanfaat dan melaksanakan shalat Id, dirumah. Dan hari ini, tanpa terasa. Genap tiga puluh hari, ramadhan usai. Ramadhan, maafkan aku jika bahagiaku dalam menyambutmu kemarin hanya kepuraanku mengikuti banyak orang. Maafkan aku jika sedihku berpisah denganmu saat ini juga mungkin hanya kepuraan mengikuti banyak orang. Aku tak tahu bahagia dan sedihku untukmu adalah nyata atau hanya nampak luarnya saja. Yang pas...

Wanita yang dicinta

Rabu, 20 Mei 2020 Pict: Unsplash 16.00 WIB Mama mengeluh badannya letih sendinya terasa nyeri itu terjadi karena mama dua harian membuat kue sendiri, padahal abang lebih berniat membelikan saja, daripada membeli, katanya kue buatan mama jauh lebih enak, dibanding kue pasar yang hanya cantik tampilan luarnya. Mama bercanda pada anaknya. Namun sore ini beliau mengeluh "Sakit sekali", katanya. Menjadi serba salah, berbaring salah, duduk salah, miring salah, berdiri pusing. Mama merintih. 17.30 WIB Pagi ini benar dugaan ku, haid diawal dan di akhir ramadhan. Aku mengeluh sakit perut. Mama yang sedang berbaring sigap bangun dan langsung membuat teh untukku, menggoreng tahu untuk buka puasa keluarga, menawarkan air hangat dibotol untuk mengurangi rasa sakitku. Mondar mandir di dapur seperti tidak pernah merasakan sakit yang tadi dikeluhkan. Mama bohong. Mama tidak pernah sakit. Tidak di depan anak-anaknya. Tidak untuk anak-anaknya. Aku teringat pada sa...

Dua Puluh Empst Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim. Ramadhan ditengah wabah corona. Sudah sejak dua bulan ini, bumi di gemparkan dengan makhluk kecil kepunyaan Allah yang mampu meluluhlantakkan manusia. Mungkin jauh sebelum wabah ini datang, manusia banyak berencana, tentang waktu yang ingin ia habiskan untuh huru-hara, tentang uangnya yang ingin dibelanjakan berbagai macam kebutuhan, tentang dirinya yang condong akan dunia. Namun manusia tidak boleh lupa, bahwa penentu takdir atas dirinya, adalah Allah SWT. Orang-orang ramai mengampanyekan agar kita tetap harus #dirumahaja, sebagai upaya pemutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehari, sepekan, sampai sebulan, mungkin terasa jenuh. Menghadapi kenyataan dengan siklus baru seperti ini. Apalagi pada masa ramadhan seperti ini, yang tadinya masjid ramai diiisi oleh orang-orang yang berbondong menempatkan pada shaf-shaf awal shalatnya, kerinduan untuk menghidupkan malam lailatul qadr disepuluh hari terakhir seperti ini. Semua terasa berbeda, namun, setiap apa y...

Mengalahkan Ego

Bismillahirrahmanirrahim, Seringkali aku luput, bahwa yang harus dikendalikan adalah ego. Setiap kali aku merasa putus asa, mungkin disebabkan karena aku terlalu mengedepankan ego. Ketika hendak marah, ego ku ingin melampiaskan kepada siapa pun, tak mengenal siapa dia, dan bagaimana adab ku. Dikala ego ku ingin bermalas-malasan, melewati hari-hari penuh dengan kefuturan, rebahan, rebahan, dan rebahan. Ego selalu menjadi pemenangnya. Sesal yang tidak berujung, kecewa diakhirnya. Namun nyatanya waktu tidak bisa diputar kembali, membayar semua kekecewaan dengan perbaikan pada pengulangan waktu, sayangnya tidak bisa dan tak akan mungkin. Nyatanya, melewati hari-hari dengan cara mengalahkan ego, sangat menyenangkan. Hari ini aku ingin a,b, dan c namun tatkala ego ku menguasai, aku berusaha untuk menepisnya. Sungguh, sesuatu yang sangat amat begitu menyenangkan. "Rasanya ingin tiduran saja", "ets! Ga boleh". Aku tidak ingin dikalahkan ego terus menerus. "Aku ingin...

Binar

Saya sudah memperhatikannya sejak lama, sosok wanita yang bernama "Binar", wanita yang berusia dua dekade tahun ini,  Sosok yang menyimpan berbagai macam pertanyaan dalam kehidupannya. Sosok anak bungsu yang tak pernah dewasa, padahal selalu mati-matian berusaha mematahkan asumsi tersebut. Setelah ini Binar akan bercerita banyak tentang dirinya.

Berdoalah

Allah, atas semua akhir yang telah Engkau siapkan diujung sana, aku percaya bahwa jawaban setiap doa adalah iya: iya boleh, iya nanti, atau iya tapi yang lebih baik. Lalu aku pun percaya, tidak ada yang lebih menenangkan dan melegakan selain menerbangkan setiap harap, tanya, dan doa-doa kepada-Mu saja. Entah bagaimana segalanya akan berbalik, yang terbaik telah selalu ada di sepanjangnya.

Khawatir

Bismillah, segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. “ Barang siapa Allah beri petunjuk, ia mendapat petunjuk, dan barang siapa Allah sesatkan, ia tidak akan mendapatkan penolong dan pemberi petunjuk baginya .” (Qs. Al-Kahfi:17) ... Aku takut ego ku mendahului takdir-Nya. Karena sesuatu yang baik tidak akan menjadi baik sebab caranya salah. Ada yang berat namun bukan rindu, melainkan konsisten untuk menulis satu bulan satu tulisan. Saya khawatir, janji yang tengah saya rangkai untuk diri saya, ternyata justru saya yang ingkari. Mencari ketenangan bagi saya adalah dengan tidak terhubung pada makhluk pertemanan siapa pun, tanpa mengotak-ngotakan mana yang dekat atau tak kenal sekali pun. Dua bulan setelah awal tahun, rupanya seminggu dan sepuluh hari tanpa interaksi media sosial yang intens, hasilnya, ada beberapa perubahan yang berdampak pada pemahaman diri, kegiatan serta perasaan. Kepuasan tersendiri ketika saya berhasil m...