Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Sajak untuk mu

Kehilangan. Jika sakit ini masih berangsur-angsur jangan tanya karena apa? Karena saat aku minta kamu untuk kembali Kamu tak kunjung hadir menemui ku lagi. Kamu tak berkabar lagi? Mungkin kamu dendam, saat aku ditanyakan dan aku tak berkabar. Kini aku kian sering menanyakan mu. Tapi tanggap mu diam, hanya melihat semua keadaan dari kejauhan. Mana kamu? Berkata dan menginginkan sesuatu yang diprioritaskan. Nyatanya kamu tidak memperioritaskan. Aku merindukan mu. Namun mungkin kau merindu, justru kau mendoakan ku dari jauh. Silakan. Hadir lagi dalam mimpi ku. Terkenang. Saat pertemuan dengan mu, ku menaruh hati entah karena apa. Kita mengenal menjadi teman sepermainan. Ingatkah kamu tentang wajah lugu? Seorang laki-laki yang menanyakan “Bagaimana jalan untuk pulang?” Tapi tidak untuk sekarang. Semua keadaan merubah segalanya. Keadaan tampak lebih baik saat kamu dan aku menjadi teman. Namun berubah pula. ...

Kecewa ; Kehilangan

She said : “You still writing ,right?” “For now, don’t. Because I was disappointed”. “Why?” Karena saya kecewa.        Pertemuan dengan seseorang itu takdir, mengenal dan menjadi sahabatnya itu pilihan, tapi untuk selanjutnya jatuh hati kepadanya adalah diluar kemampuan.-Unknw. Waktu, tak ada seorang pun yang mampu menghentikan atau memajukan. Ia tak pernah peduli akan seberapa ganas dan akan menjadi seberapa benci orang yang dihantamnya. Waktu bisa merebut apapun yang dia pinta kapan pun dan dimana pun. Kamu misalnya. Dia tak bisa menahan dan mencegah sesuatu yang takdirnya memang harus pergi. Dan perlahan semua keadaan menjadikan dirinya tertinggal seorang diri. Siapa dia? Seorang yang tidak sedikit pun mempunyai kemampuan untuk mencegah atau menahan waktu untuk berhenti kemudian mengubah pandangan tentang “kepergiannya”. Kehilangan, bukan hanya sekedar terputus untuk bertatap muka, bukan pula semudah kala rindu melanda lalu bertemu, tidak! ...

Terima Kasih Pi

“Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu. Desah angin meniupkan namamu, tubuh ku terpaku. Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu, tabur bintang serupa kilau auramu.” ……………………  Assalamu’alaikum. Apa kabar, sosok yang udah sebulan nempatin syurga-Nya Allah. Ketemu lagi di tanggal tujuh. Tanggal dimana semua rencana gua bertumpuan ditanggal tersebut. TUJUH MEI. Yaps, flashback kebelakang. Tanggal dimana rencana gua dan anak-anak osis buat ngelaksanain pensi, namun gua cuma bisa berencana tetep hakim pelaksanaan yang memutuskan ya Allah. Pencipta dari segala apa yang ada di dunia ini. Tujuh. Katanya angka ganjil lebih disukai, seminggu itu ada 7 hari, langit diciptain dengan 7 lapis, bahkan bidadari tersedia sebanyak tujuh, tapi kenapa tanggal tujuh juga harus ada hari dimana pencipta kedatengan tamu barunya???. Gua ga tau apa-apa, ga tau rencana pencipta kaya gimana. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.  ………………… ...   Apa kabar ketua PKL yang gagah? Hohoho...