Kehilangan. Jika sakit ini masih berangsur-angsur jangan tanya karena apa? Karena saat aku minta kamu untuk kembali Kamu tak kunjung hadir menemui ku lagi. Kamu tak berkabar lagi? Mungkin kamu dendam, saat aku ditanyakan dan aku tak berkabar. Kini aku kian sering menanyakan mu. Tapi tanggap mu diam, hanya melihat semua keadaan dari kejauhan. Mana kamu? Berkata dan menginginkan sesuatu yang diprioritaskan. Nyatanya kamu tidak memperioritaskan. Aku merindukan mu. Namun mungkin kau merindu, justru kau mendoakan ku dari jauh. Silakan. Hadir lagi dalam mimpi ku. Terkenang. Saat pertemuan dengan mu, ku menaruh hati entah karena apa. Kita mengenal menjadi teman sepermainan. Ingatkah kamu tentang wajah lugu? Seorang laki-laki yang menanyakan “Bagaimana jalan untuk pulang?” Tapi tidak untuk sekarang. Semua keadaan merubah segalanya. Keadaan tampak lebih baik saat kamu dan aku menjadi teman. Namun berubah pula. ...
Ketika dunia memiliki ragam warna, disanalah tercipta kata, bahasa, rasa, dan cinta. Dengan satu kesatuan itu, dunia yang berwarna akan lebih indah. -Annhab