Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Skenario-Nya.

Assalamu'alaikum.            Di St.Manggarai kami adalah salah satu penumpang yang akan transit ke st.Jatinegara. Sesaat kereta datang kami pun berbondong-bodong dan berlari kecil untuk cepat naik, agar mendptkn tempat duduk. Tapi skenario Allah disini dipertunjuk kan, aku yang kebetulan berdiri berhadapan dengan wanita dewasa yang berhijab dan nampak asik memainkan ponselnya itu adalah sebuah skenario Allah yang diberikan kepada ku. Mengapa????            Disaat aku dan kakak senior ku asik bercanda dan berguyon bersama, wanita dewasa itu nampak asik dengan ponselnya dan sesekali dia tertawa kecil, ku lirik dan ternyata dia sedang melihat video lucu, sehingga dia dapat tertawa. Beberapa menit yang akan datang rupanya kereta kami akan sampai di st.Jatinegara namun karena terhambat karena suatu kendala, akhirnya kereta dijeda jalan sampai 5 atau 10 menit.       ...

Ayah, Happy Birthday

Kata wanita diluar sana, laki-laki akan tampak memaniskan ucapannya ketika ia menyayangi seorang wanita. Tapi tidak untuk laki-laki yang aku sayangi ini, lelaki ini tampak begitu tegas, tak pernah sekali waktu dia memaniskan ucapannya hanya untuk merayuku, bahkan dia malah menyuruh ku untuk tidak terus bersandar padanya. Tapi aku tau, bahu hangatnya memberikan aku tempat ternyaman untuk terlelap, belaiannya adalah moment terkesan yang selalu ku syukuri keberadaannya. Jika aku merengek beliau selalu berkata "Anak Ayah yang kian hari kian dewasa, kelak nanti semua pembelajaran, ke disiplinan bahkan ketegasakan yang sering kali kau pandang bahwa itu amarah Ayah adalah bekal untuk engkau meneruskan perjalanan hidup mu ini. Jangan sesekali merengek kepada ayah jika alasannya tidak dibelikan mainan atau sesuatu yang kau minta. Bukan karena ayah tak ada uang, melainkan ayah mengajarkan kamu untuk memilah dan mementingkan jangka panjang. Nak, seandainya kau menangis dan terus merengek di...

Menghargai Yang Menyayangi

Antara laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki yang dengan ketahanannya, dengan ketegarannya bahkan dengan gengsi untuk berperilaku layaknya selembut wanita. Gue ada cerita kebetulan gue dapet cerita ini dari pengalaman setelah gue denger cerita temen gue. Antara jujur dan berkorban adalah dua hal yang sangat membingungkan. Udah yak langsung aja ke ceritnya. Gue ambil nama nya sebagai berikut: Putri : tmn gue Raka: Org yg dia suka Dani: org ketiga. Dian: Org yg disukai Raka           Suatu hari Raka dan Putri adalah temen yang baru dipertemukan dalam suatu eskul. Eskul mading, ya setelah waktu berjalan begitu cepat akhirnya terpilihlah Raka sebagai ketua mading dan Putri wakilnya, akhirnya demi nama mading mereka sering diskusi bersama, sampai ketika pertemanan antara laki-laki dan perempuan memanglah bukan menjadi pertemanan murni seutuhnya, Putri menyukai Raka. Tapi tidak untuk Raka. Raka malah menyukai sekretaris eskul mading yang...

Siapa sangka?

          Siapa sangka, seseorang yang jauh tak pernah ku kenal sebelumnya adalah dia yang kini dekat dengan ku. Waktu, siapa sangka langkah diri nya sampai tepat pada langkah ku. Dulu, kita bukanlah seseorang yang mengenal, Kita tak saling kenal, antara aku dengan mu tidak sama sekali mengenal. Benar bukan? Dahulu engkau tak pernah mengenal ku, pun sebaliknya, aku tak pernah suatu waktu berjumpa dengan mu. Dahulu, iya dahulu sejak awal pertama kali bertemu kamu begitu asing, begitu berbeda antara pola pandang ku kini dengan yang dulu. Kamu begitu asing, kewibawaan mu yang kini ku lihat adalah kejutekan pandangan ku saat pertama kali mengenal mu.           Proses yang mempertemukan aku dengan mu bukan waktu yang sebentara

"Sstttsss,,, Diam aja."

Haaaiii,,,, Ketemu lagi dengan saya Annisa Habibah. Udah beberapa bulan off gak nulis blog. Dan kali ini saya bakal cerita atau sekedar ngisi tulisan biar gak off aja si. Yakkkk, judulnya "Sssttss,,, diam aja." Maksudnya apa???? KEPO KAN?! Jadi, al kisah ada seorang wanita yang kian hari tampak murung, terlihat cuek, bahkan menghidar dari keramaian. Wanita itu baik, wanita itu ceria sebelumnya bahkan wanita itu sering membuat orang lain tertawa. Tapi kini tidak seperti diri nya yang dulu. Entah kenapa penyebab nya, sampai akhirnya sahabat nya pun bosan berada di dekatnya, dia tak asik dan tak seseru dulu. Tak berbeda pula di lingkungan rumahnya, tetangga nya yang acap kali di sapa, diberikan senyuman indahnya kini diri nya terlihat begitu acuh. Keluarganya juga merasakan hal yang sama, dia pulang larut malam, rak buku yang berantakan bahkan dirumah mungkin hanya hitungan jam, atau dirumah cuma warteg dan wc yang hanya digunakan untuk makan mandi lalu tidur. Tidak ada waktu...