Allah, atas semua akhir
yang telah Engkau siapkan diujung sana, aku percaya bahwa jawaban setiap doa
adalah iya: iya boleh, iya nanti, atau iya tapi yang lebih baik. Lalu aku pun
percaya, tidak ada yang lebih menenangkan dan melegakan selain menerbangkan
setiap harap, tanya, dan doa-doa kepada-Mu saja. Entah bagaimana segalanya akan
berbalik, yang terbaik telah selalu ada di sepanjangnya.
Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu? Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...
Komentar
Posting Komentar