Tersenyumlah, maka dunia pun akan ikut tersenyum pada mu. Wanita akan terlihat manis ketika ia tersenyum. Begitu pun dengan seorang laki-laki, kau terlihat seperti seorang pangeran yang gagah namun tetap dalam kerendahan hati. Tetapi sebelum kau seperti ini, kau terlihat seperti pangeran yang gagah namun terlihat cuek dan tak peduli. Karena apa? Karena kau tidak sama sekali menyunggingkan senyum mu kepada rakyat mu, padahal kau seorang pangeran, seorang yang menjadi panutan untuk banyak orang. Lalu aku, aku adalah rakyat yang selalu memperhatikan mu, mengngagumi mu dari kejauhan malas rasanya tersenyum ketika pangeran yang kau jadikan panutan saja tidak tersenyum, tak apa mungkin jika tak tersenyum pada ku. tapi tolong lah tersenyum kepada semua rakyat mu. Pangeran, setiap peretemuan antara kau dengan rakyat mu tolong bicaralah dengan gaya mu, tapi bukan menjadi diri orang lain. Aku mungkin salah satu rakyat yang paling memperhatikan mu, aku selalu berbisik lirih "Kenapa Tuha...
Ketika dunia memiliki ragam warna, disanalah tercipta kata, bahasa, rasa, dan cinta. Dengan satu kesatuan itu, dunia yang berwarna akan lebih indah. -Annhab