Seorang laki-laki dengan kaus putih tiba-tiba berdiri di kejauhan, melambaikan tangan mengisyaratkan pulang. Sepersekian detik yang akan datang tidak seorang pun mampu memprediksikan. Katanya "Kalau tau, aku yang hari ini sudah berkalang tanah. Ku pastikan hari terakhir sebelumnya, menjadi hari saat aku benar-benar meminta ampun." “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs. Al Mukminun: 99-100) Pun sebaliknya, amat sangat bahagia, saat lembaran semasa hidup, dipenuhi jejak-jejak kebaikan. Ketika ia yang terbujur kaku, melihat tangis orang-orang yang tersayang. Tersenyum, lantas bersyukur, bahagia atas ujian dan fitnah dunia yang telah berhasil dilaluinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, إ...
Ketika dunia memiliki ragam warna, disanalah tercipta kata, bahasa, rasa, dan cinta. Dengan satu kesatuan itu, dunia yang berwarna akan lebih indah. -Annhab