![]() |
| Sumber: Pinterest |
Sadar tidak prioritas dalam hidup kita akan berubah tidak lama lagi? Setidaknya ini semakin berlaku untuk usia 20 tahun ke atas. Usia yang memasuki dunia kerja, dunia yang katanya 'memasuki gerbang dewasa'.
Dari yang mau jajanan, jadi mikir kebutuhan.
Dari yang sekadar ingin, jadi mikir "Emang ini perlu?"
Dari yang tinggal checkout barang, jadi mikir, buat cek saldo dulu.
Dan setelah mengeluarkan sesuatu, apalagi untuk hal yang rasanya kurang bermanfaat. Selalu ada rasa khawatir, bahwa keinginan jauh melampaui kebutuhan. Disamping karena pengeluaran, kayanya lidah ini juga kurang cocok makan-makanan yang terlihatnya "Wah", nyessnya gimana gitu hahaha. Mungkin karena pas kecil terlatih makan garem pake nasi.
Ibarat cukup dengan aqua, tapi selalu mencari yang boba.
Ayolaaahh,
Aku melihat ke sekeliling dan makin sedikit yang kutemukan 'kesia-siaan'. Justru aku banyak menyaksikan mereka yang berlomba-lomba dalam kebaikan—menggunakan segenap kemampuan dan kesukaan mereka. Meski memang pengakuan orang lain, achievement, label, itu seolah menjadi tolok ukur kesuksesan.
Dan kita disini? sama, kita semua sedang bertumbuh dan berjuang.
Sadar tidak, pembicaraan diusia ini kayanya memasuki taraf yang lebih 'berat', misal "Wah selama pandemi kayanya gemukan, berapa beratnya sekarang? Ga deng yang itu termasuk salah empatnya. Sebelumnya diawali dulu dengan topik kkn, kuliah, kerja, nikah. Kebanyakan teman, mencari pembelaaan dengan mengatakan "Wajar, namanya sudah memasuki usia pernikahan".
Tapi ada jauh lebih urgent.
Coba tanya deh ke diri kita sendiri.
Lebih penting mana untuk bisa survive dalam waktu dekat ini:
skill bikin status galau
skill joget di tiktok
skill atur filter VSCO
atau
belajar ilmu syar'i
pengolahan keuangan
buka usaha
soft skill dan hard skill dunia kerja
daah kayanya malu banget sama diri sendiri, poin yang atas sebagian lebih sering dilakuin. Ya kudunya sudah sadar dan gak halu melulu, sih.
Semoga kita selalu berusaha lebih baik.
Semangat bertumbuh!
*Ngeblog sepagi ini, termotivasi dari baca bukunya Mas Gun.

Komentar
Posting Komentar