Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Ketika Asa Patah, Kemudian Mati

"Setiap yang bernyawa pasti akan mati" Begitu agama berbicara. Tapi ini bukan soal nyawa, bukan juga soal seorang yang dicinta pergi meninggalkan kita. Tapi ini tentang sebuah asa, asa yang sedari kecil dibangun untuk kemudian dibesarkan. Asa yang sedari bibit ditanam, dengan maksud agar kian hari terus dipupuk kemudian tumbuh menjadi suatu asa yang kokoh dan kuat. Tapi tidak untuk detik ini, asa yang ku tanam sedari bibit justru seolah orang lain injak-injak. Asa yang ku bangun dengan kepercayaan justru ku buat menjadi seorang pecundang. Aku menyalahkan orang lain, ku salahkan diri mu yang jauh melampaui dan terus mengejar asa mu. Aku iri dengan mu, ku temukan segala sesuatunya sempurna pada diri mu. Apa kamu tau, setiap waktu ceritanya adalah tentang mu, segala menit pembahasannya melulu mengenai mu, bahkan ada suatu waktu yang memojokan diri ku untuk terus mengagumi diri mu. Ia bercerita banyak tentang mu,  hatinya gembira saat kata demi kata ia rangkai dengan sempurna, ...

Bermain dengan Waktu

  Bermain dengan waktu,,, aku atau mungkin kita semua berkejaran dengan waktu. Everthing is about timing, timing is everthing. Waktu tak mampu sesekali kita hentikan, kita percepat atau perlambat. Kemarin rasanya kita hanyalah seorang bayi mungil dengan kehangatan pelukan dan kecupan ayah serta bunda. Namun kini, telah banyak waktu memutari porosnya. Aku telah beranjak dewasa, waktu yang ku tempuh mungkin masih sanggup berputar beberapa poros lagi untuk kedepannya. Tapi, akan ada suatu waktu yang ku tagih. Ku tanyakan telah berapa banyak cerita yang ku buat dalam setiap waktunya. Bukankah dalam satuan waktu adalah detik, yaitu hitungan satu sampai enam puluh. Setiap waktu adalah cerita, waktu adalah penuntun alur ceritanya. Aku pemerannya. Entah akan menjadi cerita yang seperti apa yang nanti dihasilkan. Terkadang permain dalam waktu membuat kita terjebak, terjebak dengan keasikan dan kegembiraan. Akan ada suatu waktu yang mengajak kita ingin terus menghabiskannya untuk bermai...

First Time "Kawah Mati Gunung Salak"

Assalamu’alaikum,, Hai, kali ini gue bakal bercerita mengenai pengalaman pertama gue “DAKI GUNUNG HALIMUN SALAK” ke kawah matinya. Bakal banyak cerita-cerita yang gue tuangin disini, dan gue berharap ini gak cuma jadi pengalaman pertama. Semoga gak ngebosenin ya ceritanya,, oke kita mulai. Sabtu, 9 November 2015. Gue beserta temen kelas gue lagi diperjalanan menuju rumah temen gue. Hujan cukup lebat, itu ngebuat gue lupa sama handphone yang ada di tas gue, tapi temen gue nyuruh gue buka hp buat liat patokan tempat buat kita turun. Akhirnya gue cek hp gue, gue baca patokan tempat gue turun angkot yang gue jadiin wallpaper hp gue, dan alamat tempat rumah temen gue. Berhubung masih beberapa menit dan cukup jauh, gue abadiin gambar diluar angkot biar jadi bukti bahwa gue dan temen gue senekad ini buat hujan-hujanan terus menamu ke rumah doi. Beberapa saat, bbm gue bunyi. Bunyi ada yang nge-ping gue, gue gak peduliin karena gue lagi liat ke depan biar gue gak kelurusan turun angkot. ...