Rabu, 20 Mei 2020
![]() |
| Pict: Unsplash |
16.00 WIB
Mama mengeluh badannya letih sendinya terasa nyeri itu terjadi karena mama dua harian membuat kue sendiri, padahal abang lebih berniat membelikan saja, daripada membeli, katanya kue buatan mama jauh lebih enak, dibanding kue pasar yang hanya cantik tampilan luarnya. Mama bercanda pada anaknya. Namun sore ini beliau mengeluh "Sakit sekali", katanya. Menjadi serba salah, berbaring salah, duduk salah, miring salah, berdiri pusing. Mama merintih.
17.30 WIB
Pagi ini benar dugaan ku, haid diawal dan di akhir ramadhan. Aku mengeluh sakit perut. Mama yang sedang berbaring sigap bangun dan langsung membuat teh untukku, menggoreng tahu untuk buka puasa keluarga, menawarkan air hangat dibotol untuk mengurangi rasa sakitku. Mondar mandir di dapur seperti tidak pernah merasakan sakit yang tadi dikeluhkan.
Mama bohong.
Mama tidak pernah sakit.
Tidak di depan anak-anaknya.
Tidak untuk anak-anaknya.
Aku teringat pada salah satu teman, teman ku mempunyai cita-cita yang sangat mulia. Katanya, sewaktu kita bertukar cerita di telepon, ia bercita-cita ingin menjadi ibu rumahtangga. Ibu rumahtangga yang shalihah. Aamiin
Menjadi doa, untuk kita semua, para wanita. Ternyata peran ibu, memang sungguh luar biasa. Semoga Allah membalas semua kebaikan para Ibu yang letihnya bertambah namun tetap mengerjakan dengan setulus hati.

Komentar
Posting Komentar