Bismillahirrahmanirrahim,
Seringkali aku luput, bahwa yang harus dikendalikan adalah ego. Setiap kali aku merasa putus asa, mungkin disebabkan karena aku terlalu mengedepankan ego. Ketika hendak marah, ego ku ingin melampiaskan kepada siapa pun, tak mengenal siapa dia, dan bagaimana adab ku. Dikala ego ku ingin bermalas-malasan, melewati hari-hari penuh dengan kefuturan, rebahan, rebahan, dan rebahan. Ego selalu menjadi pemenangnya. Sesal yang tidak berujung, kecewa diakhirnya. Namun nyatanya waktu tidak bisa diputar kembali, membayar semua kekecewaan dengan perbaikan pada pengulangan waktu, sayangnya tidak bisa dan tak akan mungkin.
Nyatanya,
melewati hari-hari dengan cara mengalahkan ego, sangat menyenangkan. Hari ini aku ingin a,b, dan c namun tatkala ego ku menguasai, aku berusaha untuk menepisnya. Sungguh, sesuatu yang sangat amat begitu menyenangkan. "Rasanya ingin tiduran saja", "ets! Ga boleh". Aku tidak ingin dikalahkan ego terus menerus. "Aku ingin melakukan ini agar, begini dan begini", "Eh, astaghfirullah. Masa ego yang nguasaiin!". Setiap kali aku berhasil mengalahkan ego, aku bisa tertawa bahagia, "Hahaha, hari ini aku berhasil mengalahkan mu!"
Ya Allah,
berikanlah kami petunjuk dan rammat-Mu.
aamiin
Komentar
Posting Komentar