Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Semester Empat

Beliau untuk kali pertama pertemuan itu, mengatakan: Dalam sya'irnya Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا ُ "Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu.. وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.. Aku tidak hanya mencari seorang guru yang mampu mengajariku bahasa Arab. Sejak saaat itu, luasnya pemahaman mu, tingginya motivasi mu, dan pedulinya diri mu tentang bagaimana seorang harus mencintai ilmu, saat itu pula menjadikan ku mencintai siapa yang menyampaikannya. Meski aku tau, hati ini masih terus berlabuh tidak tau akan berakhir pada pelabuhan yang mana. Namun darinya akubelajar kegigihan dan bagaimana Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Kamu, seorang yang saya hormati keberadaannya sebab sebagai panutan. 

Melimpah Ruah

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Kala itu, tepat dimalam ganjil, malam ke dua puluh tujuh ramadhan, aku melihat bagaimana susunan kardus air mineral yang menggunung, seperti terlihat sepele, namun tidak bagi ku. Hati ku tergugah, mata ku terbelalak, disudut lorong masjid, begitu banyak jejeran kardus air mineral dengan isinya, bagaimana mungkin menjelang akhir-akhir ramadhan seperti ini justru segala rizki menjadi begitu banyak.  Rasa-rasanya ramadhan hadir memang dengan segala macam limpahan rezeki dan paketan berkah lainnya, saat menjelang sepuluh hari terakhir seperti ini, tidak dipungkiri bahwa orang-orang selalu ingin berlomba membelanjakan hartanya untuk bersedekah. Aku melihatnya seperti hukum timbal balik, saat uang yang kita belanjakan habis untuk keperluan di bulan ramadhan, dengan segera, entah dari arah yang tak disangka-sangka Allah menggantinya dengan yang lebih banyak, seharusnya jika kita memakai matematikanya il...