(Sumber : Pengalaman Pribadi) Melayangkan harap pada sesuatu yang tidak mempunyai kadar kepastiaan, itu merupakan sebuah pelajaran hebat, tidak boleh congak terhadap apapun yang sejatinya bukan kita si penentu takdir itu. Perjalanan hidup rupanya terlihat begitu menyenangkan kala kita tau rasanya pernah ditolak, hanya jiwa-jiwa yang lemah, saat dia ditolak dan memutuskan untuk berhenti, menghentikan harapan yang nyatanya belum benar-benar diperjuangkannya. Termasuk aku, ditolak atas dasar pemahaman ku yang kurang, atau, jika saat itu Allah mengiyakan, tanggung jawab yang diamanahkan hingga sampai ke akhirat, menjadi saksi, bahwa akulah plopor sebab kemaksiatan itu terlaksana, bercampur baur tidak ada batasan, hura-hara dalam kesenangan, dan menghayati setiap lagu yang mampu menghanyutkan perasaan, rupanya Allah membiarkan ku menangis didepan khalayak umum agar Ia mau menghidari ku untuk tidak menangis di akhiratnya kelak. Aku pernah ditolak Jika orang lain mengatakan...
Ketika dunia memiliki ragam warna, disanalah tercipta kata, bahasa, rasa, dan cinta. Dengan satu kesatuan itu, dunia yang berwarna akan lebih indah. -Annhab