" Duhai situasi, bisakah kau perbaiki semuanya? Aku dengan kesalahan pada diri ku, dan waktu yang berjalan begitu cepat menyesali setiap detiknya. Atau mungkin semua menjadi sebuah pernyataan atas setiap pertanyaan yang selalu ku tanyakan? atas setiap perhitungan yang dikuasai oleh ketidak nyamanan. Masih tersampaikan kah, permintaan maaf dengan suara lirih yang ku ucapkan? setelah setiap perbuatan ceroboh yang terlalu bertingkah kekanak-kanakan. Setelah pemikiran dangkal tanpa terpikirkan oleh nalar pikiran. Setelah tindakan ambisiius dengan hasil yang tak terdiskusikan ." Begitu kata ku . Maaf,,, Satu simpulan kata sederhana yang sering kali sulit untuk diutarakan, permintaan maaf yang terkadang timbul karena ketidak benaran. Tingkah ku yang kekan ak-kanakak an tak membuat ku menjadi sadar sudahkan umur anak-anak ku lewatkan? Maaf, terkadang tingkah ini masih merengek mengolok-ngolokan sebuah permainan yang tak sanggup ku selesaikan, maaf wirasa ini sering kali merin...
Ketika dunia memiliki ragam warna, disanalah tercipta kata, bahasa, rasa, dan cinta. Dengan satu kesatuan itu, dunia yang berwarna akan lebih indah. -Annhab