Bismillahirrahmanirrahim,,, (Src : pinterest.com/kumeli/batavia-jakarta) Jakarta, tempat pertama nafas ku menghirup dunia luar yang tidak ku rasakan sebelumnya dari rahim ibu ku. Rasa yang berbeda, dimana tempat ini menjadi saksi nyata yang sampai saat ini masih memberikan ku ruang untuk tumbuh. Yang aku tau semasa kecil ku dulu, Jakarta hanya meliputi luas daerah antara jarak rumah ku dengan rumah teman sebelah ku. Sampai-sampai ayah mengkhawatirkan ku, memberikan ku penjagaan yang ketat agar aku tidak tersesat. Ayah dengan penjagaan kepada buah hatinya selalu mengingatkan, “Bahwa untuk saat ini Jakarta terlalu bahaya untuk putri Ayah. Jadi selama kau balita maupun belia, kau harus tetap dalam penjagaan Ayah”. Aku kira Jakarta begitu ramah, seramah ayah kepada keluarganya. Nyatanya, benar kata Ayah. Kelak jika umur ku tak belia lagi, Jakarta justru akan menjadi kota ...
Ketika dunia memiliki ragam warna, disanalah tercipta kata, bahasa, rasa, dan cinta. Dengan satu kesatuan itu, dunia yang berwarna akan lebih indah. -Annhab