Langsung ke konten utama

Dua Puluh Empst Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim.
Ramadhan ditengah wabah corona. Sudah sejak dua bulan ini, bumi di gemparkan dengan makhluk kecil kepunyaan Allah yang mampu meluluhlantakkan manusia. Mungkin jauh sebelum wabah ini datang, manusia banyak berencana, tentang waktu yang ingin ia habiskan untuh huru-hara, tentang uangnya yang ingin dibelanjakan berbagai macam kebutuhan, tentang dirinya yang condong akan dunia. Namun manusia tidak boleh lupa, bahwa penentu takdir atas dirinya, adalah Allah SWT. Orang-orang ramai mengampanyekan agar kita tetap harus #dirumahaja, sebagai upaya pemutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehari, sepekan, sampai sebulan, mungkin terasa jenuh. Menghadapi kenyataan dengan siklus baru seperti ini. Apalagi pada masa ramadhan seperti ini, yang tadinya masjid ramai diiisi oleh orang-orang yang berbondong menempatkan pada shaf-shaf awal shalatnya, kerinduan untuk menghidupkan malam lailatul qadr disepuluh hari terakhir seperti ini. Semua terasa berbeda, namun, setiap apa yang Allah takdirkan. Itu adalah yang terbaik untuk hambanya. Andai semua orang memakai kacamata sukur dalam melihat fenomena wabah corona ini, kita diberikan banyak waktu untuk mengisi hari-harinya terkhusus dalam bulan ramadhan tahun ini. Waktu untuk berkumpul bersama keluarga, jika umumnya mahasiswa harus pulang telat karena jalanan yang macet, sekarang sebelum maghrib justru kita bisa membantu orang tua, kenikmatan waktu luang yang jauh lebih berharga. Yang menjadi tanda tanya adalah, apa benar waktu luang yang diberikan Allah ini sudah kita pergunakan dengan semaksimal mungkin?

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan Allah SWT.
aamiin

24 Ramadhan 1441 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...