Langsung ke konten utama

Tertegun Pada Keadaan ini

Hai Waktu,,, sulit rasanya berkompromi dengan mu. Menyayangkan setiap detik yang berlalu, namun terkadang kedepan terlihat terlalu menakutkan. Mengeluh itu mudah mensyukurinya yang terkadang sulit. Bersyukur bangett, hai waktu berikan kesempatan tiap detiknya untuk selalu seperti ini. Tidak berkurang dan sama-sama tetap merangkul untuk waktu yang akan datang.Waktu,,,
ini indah, jika terhenti biarkan sampai disini. Akan ada bekas bahagia sekalipun detik berhenti sampai ini

Hmm,,,
Lega larasanya menarik nafas dalam-dalam memejam kan mata lalu berbaring dengan melepaskan semua beban, tapi tidak untuk meninggalkan kenangan, proses ini terlalu indah untuk di kenang, langkah ini terlalu disesali jika harus dilupakan, semua terlihat begitu i-n-d-a-h entah indah dari sudut yang mana.  Bukankah keadaan ini terlihat tak hanya sekedar nyaman? ini terlalu nyaman untuk dirasakan sekarang.


Kita menertawakan banyak bagian hidup kita yang beririsan, pertemanan kita, lingkungan kita, aktivitas kita. Betapa dekatnya. Hanya saja dulu kita tidak saling kenal. Kita tertegun pada pertemuan kita yang tidak terduga. Kita juga terkagum pada cara kita dipertemukan. Kita tidak pernah memikirkan dan merencanakan tentang itu semua. Bahkan kita tidak menduga bahwa pertemuan itu membuat rencana hidup jangka panjang kita berubah. Dan kita dengan bahagia mengubahnya. Kita mengkompromikan banyak hal dan menyelaraskan pandangan. Kita tertawa untuk sekian waktu, menertawakan betapa herannya kita mengapa tidak bertemu sejak dulu. Padahal kita berada sangat dekat, mungkin kita tidak saling melihat. Sibuk dengan hal-hal yang jauh. Mungkin.


 #SuaraCerita
Terima Kasih telah menjadi seorang yang dipertemukan oleh-Nya di detik sekarang.
@annisahabibah10
Annisa Habibah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...