Langsung ke konten utama

Mimpi

Mimpi,,
Gak sesingkat apa yang di ucapin, gak semudah seperti apa yang dirangkai. Hai, jiwa-jiwa yang memiliki mimpi, jadiin mimpi seperti seorang yang lo obsesiin hdirnya. Mimpi itu bukan sekedar gebetan, yang cuma ditunggu, mimpi itu harus kaya lomba panjat pinang kalo gak mau jatoh ya harus bertahan. Mimpi sebagian orang remaja adalah, menjadi pasangan seorang yang diharapkan. Yah masa wancananya gak jauh-jauh si sama bahas doi mulu, bosen ya gak? bosen kan? nah yaudah.

Mimpi kemarin-kemarin buat gue iya, pengen punya HP bagus, pengen punya motor bagus, pengen gitu ada yang "Say Hello" nanya "Udah makan apa belom?" bhakk ngayal banget. Engga itu mimpi kemaren gue setelah tidur gak cuci kaki, mimpi hidup gue kali ini berubah. Yaps, gue kalo pulang sekolah jam 17.00 alias jam 5an gitu, terus gue kan pulang selalu jalan kaki, sampai ketika di pertigaan sebelum nyampe rumah gue, jaraknya gak jauh dari rumah gue. Selalu terlihat rumah cat oren terus luas lega, dan semenjak itu gue sangat mencintai perjalanan sepulang sekolah, terbesit di hati gue, gue pengen punya rumah kaya gitu, halaman parkir yang luas, ada aula nya, ruang tamu nan megah. Tapi semua itu gk ngurangin rasa syukur gue ya, gue bersyukur atas apa yang udah gue punya rumah yang udah nyaman aja. Tapi namanya mimpi dan keinginan kenapa engga? Sampai ketika kalo mau tidur gue suka mengkhayal ini gue tidur disini, kalo temen gue main dsini, kalo nginep disini. Tidur gue nyenyak kalo udah ngebayangin itu, satu target gue. Semoga dengan jerih payah dan keringet gue di kedepannya, di waktu yang akan datang bisa ngebeliin orang tua gue rumah, bisa ngebangun rumah dimana gue bisa berbagi kenyamanan buat semua orang. Gue pengen itu, tapi kita gak boleh hanya bermimpi makannya gue berusaha buat rajin belajar dan belajar menggapai mimpi itu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...