Dunia semakin tua lalu diri ku pun begitu. Entah penanggalan pada hari dan tanggal keberapa detik ini terhenti, menjadi suatu nafas yang mungkin pernah ku syukuri untuk setiap hembusannya. Allah, terkadang aku mengeluh dengan setiap apa pemberian mu. Menghardik setiap yang Kau berikan, menyela setiap ciptaan-Mu. Lalu hati ini tertegun pada sebuah hasil yang telah ku peroleh. Aku tertegun pada keadaan yang membuat ku mengingat betapa bersyukur itu lebih baik. Aku bersyukur telah dipertemukan dengan berbagai macam sifat dan kepribadian orang. Aku bersyukur dipertemukan dengan mereka-mereka yang kadang menjatuhkan ku, bersyukur kepada setiap cacian yang kadang memang membuat ku justru balik mencela mu. Tapi rupa nya semua salah, aku bersyukur pada keadaan ini, mensyukuri setiap pertemuan dengan mereka-mereka. Aku tertegun dalam suasana ini, menjadikan ku percaya bahwa ciptaan mu indah.
Allah, jika kau usai kan waktu ku. Tolong jangan hentikan detik ini, sebab masih banyak kebahagiaan yang igin ku lihat dari sosok nya. Perkenan kan diri ini menjadi sosok yang ikut campur tangan berperan di dalam nya. Menjadi seorang dir yng berkorban untuk kebahagiaan orang lain. Kadang mengeluh mengeluh dan mengeluh ketika perjuangan tidak dihargai orang lain. Tapi ini adalah cara ku bahagia, bahagia melihat orang lan bahagia dengan perjuangan dan perngorbanan diri pribadi.
Thank God, telah banyak mengajarkan dan menitipkan mereka-mereka yang kadang menampar dengan tamparan perih namun sejuk ketika dia memberikan aku motivasi.
15 Februari 2015
Annisa Habibah
Komentar
Posting Komentar