JALAN KELUAR
Everything is about timing, timing is everything.
Waktu yang tepat. Tepat menurut perhitungan Maha Pencipta, yang menguasai waktu. Aku dan mungkin kita semua selalu dibuat gelisah oleh waktu. Merasa tidak berdaya karena waktu terus menerus mempermainkan kekhawatiran kita.(suracerita)
Waktu yang tepat. Tepat menurut perhitungan Maha Pencipta, yang menguasai waktu. Aku dan mungkin kita semua selalu dibuat gelisah oleh waktu. Merasa tidak berdaya karena waktu terus menerus mempermainkan kekhawatiran kita.(suracerita)
Kamu dulu masih berada ditempat yang tanpa pernah kita saling mengenal. kita tersesat disuatu jalan dimana kita bahagia dalam keadaan itu. Apa kah kamu tau menjadi seorang diri, yang dimana hanya sendiri dan di depan mata terlihat awal perjalanan yang terlihat sepi, menyeramkan lalu berlubang? Menjadi seorang diri yang harus melewati itu sendiri, namun di penghujung jalan akan ada cahaya terang yang membayar semua proses itu. Dan kamu, memilih jalan beramai-ramai melewati kenikmatan dimana jalan itu mulus, jalan yang kau tempuh tak ada satu pun hambatannya, kemudian apa yang kau temui di penghujung nya? Bukankah kau bertemu dengan titik gelap dan kelam lalu sama sekali membuat mu buta akan semuanya.
Haaa, rupanya yang manis awal itu memang begitu menggoda. Jangan kan hanya untuk seorang yang sendri bahkan untuk yang banyak pun akan tergoda, begitu pula pada ku. Aku begitu tergoda dengan ini, semua terlihat mengasikan, membuat aku lupa bahwa jalan yang benar itu memang pahit awalnya. Tapi aku tidak munafik, aku ikut larut dalam kesenangan itu aku terlalu takut untuk jalan sendiri lalu menelusuri semua seorang diri. Aku memilih kamu yang jelas-jelas ramai, memilih yang memang keadaannya begini.
Sampai ketika menjadi seorang yang menghasut itu mudah, sampai lupa bagaimana dulu kita pernah berjalan dalam keadaan yang benar. Itu dulu, tidak untuk hari ini dan kemarin, karena aku sudah menjadi bagian dalam keadaan yang memang luar biasa, sampai ketika jalan itu buntu, dan satu-satunya jalan adalah berbalik kearah sebalikya? Siapa yang menunjukkan jalan ini, sampai ketika harus ada yang dikorbankan untuk tetap jalan, apa kamu pernah bertanya?
Iyaaa, detik itu aku membuat kesimpulan dalam hati, bahwa lebih baik berkorban untuk orang lain, berkorban jika memang kau yang berkorban, lakukan. Ya, jalan keluar itu tertuju ketika harus ada yang dikorbankan. Pengorbanan itu adalah ketika harus ada seorang yang tetap tinggal dan alasan lain adalah mati. Mati ditempat, membiarkan orang yang melanjutkan perjalanan, tidak untuk kamu yang sudah mati. Terhitung sejak itu, kau berkorban dan kau berhenti melakukan kesalahan.
14 Feb 2015
Komentar
Posting Komentar