Langsung ke konten utama

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,,
Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku menyadarinya perngorbanan hebat tak akan mengkhianati. Jikalau pengorbanan ini terasa mengkhinati bukan aku, bukan pula orang yang mendukung ku, bukan juga Engkau duhai pencipta, melainkan ada beberapa perantara, perantara yang Engkau khendaki untuk menghambat suatu pencapaian ini. Aku percaya, segala ketentuan yang telah Kau tetapkan merupakan amanah dan suatu tantangan untuk dapat dilewatinya. Bukankah pepatah mengatakan "Tak ada perjuangan yang sia-sia" aku sepakat menyuarai bahwa memang tak ada perjuangan yang sia-sia, entah sudah berapa banyak waktu yang terbuang, sudah berapa materi yang kian larut dihabiskan, tercurah berapa tetes setiap peluh yang sudah tercecer? atau mungkin sudah seberapa bosan rasanya telinga ini mendengar cacian cibir orang banyak tanpa pernah mereka tau apa namanya proses. Proses ini sudah terlalu jauh, sudah banyak ucapan yang kian begitu melampaui dan ada kepastian untuk mencapainya, terlalu lantang rupanya aku menyuarai seperti apa kemauan ku. Tuhan, seandainnya Kau memberikan tanda nyata berupa sesuatu yang dapat terlihat, kepada setiap orang baik yang rela berjuang demi kebahagiaan orang lain, tolong sediakan kepada mereka-mereka yang dapat menghargai suatu proses yang nyata, sediakan kepada mereka tatanan yang lebih dari sekedar materi yang berharga. Aku bukan orang baik, aku pula bukan orang yang tau bahkan mungkin mengalah. Namun jika memang belum terjadi kepada ku, tolong berikan aku kelembutan hati untuk dapat membahagiakan dan meyakinkan bahwa aku rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Namun nyatanya sulit ya Rabb, jangan kan untuk berkorban demi kebahagiaan orang lain. Meneruskan suatu mimpi saja kian sulit untuk langsung Kau kabulkan. Mungkin ini pun sedang diterapkan oleh mereka-mereka yang kian menguji ku, mungkin aku diajarkan nya untuk kian tak boleh rapuh hanya karena asa ku mulai tak di "IYA" kan nya, atau aku sedang di uji seberapa tinggi kegigihan ku untuk dapat menerjangnya? Jika memang perjuangan ini sudah hampir berada dalam garis akhir, tolong perkuat asa ini agar kian dibangun lebih kokoh, tumbuhkanlah kepercayaan ini menjadi lebih meyakinkan, perlancar lisan ini agar dapat mengucapkan sesuatunya layaknya doa yang kian secepetnya dikabulkan. Perncapaian hebat tak akan bermakna tanpa adanya orang-orang hebat dibelakang nya, ya aku bukan apa-apa, bukan pula siapa siapa, bahkan mungkin tak bisa seperti hebat sebagaimana yang ku mau tanpa didampingi orang hebat dibelakangnya. Ya, proses yang sudah sejauh ini ku lewati karena dorongan kepada mereka-mereka yang kian berjuang setara dengan ku, kepada mereka yang rela tiap waktunya ku pinta, kerap tiap kasih sayangnya yang begitu banyak dicurahkan, kepada mereka teman yang tak hanya sekedar teman, melainkan lebih dari sekedar materi, mereka adalah seseorang yang menjadi pendamping, pengajar, bahkan penasihat untuk sama-sama membangun impian bersama. Tuhan, sudah sejauh ini kami melangkah adakah kelembutan perantara-Mu dapat menyudahi setaip ujian yang diberikan? Sudah sampai garis akhirkah agar semua proses ini menjadi begitu sempurna dengan suatu hasil yang tak terbayangkan? Sudah sejauh ini perjuangan dan pengorbanan telah terdeklarasikan, tega kah terucap penolakan meski lembut pengucapannya sekali pun? Aku percaya, akan ada hasil akhir yang begitu membanggakan. Karena aku pun bersyukur Kau menyeleksi ku dan mengikut sertakan diri ini menjadi lebih memperbaiki diri, menjadi lebih tanggap dalam menyikpi situasi, menjadi mungkin tak hanya sekedar cerdas melainkan dapat tanggap mengatur siasat. Duhai kalian hebat, diri hebat yang tak akan terkalahkan! Tolong teruskan perjuangan ini, teruskan kepercayaan diri yang kian menjadi percaya bahwa ini mampu dilewati. Semangat! Allah maha kaya, dunia ini begitu kecil dihadapannya. Saya diciptakan oleh pencipta yang teramat kaya raya, jangan kan untuk meminta ratusan, puluhan bahkan mungkin jutaan uang, semua yang saya pinta pada akirnya akan dituruti. Saya percaya itu, Dia-lah yang maha kaya, yang maha membolak-balikan hati manusia, yang maha adil dalam hukum yang seadil-adilnya, yang maha mengetahui atas segalanya. Teruskan perjuangan ini, semua perantara hanya ujian yang kian memudar menghilang dalam kenangan.
Semangat 15!!!
Mangat mase, mba'e!
Bangga sama kalian,,, nyadannya terusin, kerja kerasnya tingkatin, jadilah orang baik yang kian membahagiakan orang lain dan memperjuangkannya. Doi aja bisa diperjuangin, masa nglewati kerikil kecil gini gak bisa? Harusnya malu sama badai besar yang udah banyak dilewatin.
JOS;v
Dor
Mangat!!!
AnnHab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...