Langsung ke konten utama

A Letter to Myself

(Source : Unsplash)


Terima kasih sudah mau belajar: satu tahun TK, enam tahun SD, tiga tahun SMP, tiga tahun SMK, dan semoga terus merasa fakir ilmu agar tidak bosan mencari tau. Terima kasih sudah mau menjalaninya meski sering bertanya-tanya mengapa dan untuk apa.

Terima kasih sudah mau mencoba ikut banyak hal, ikut macam-macam organisasi, mau belajar mengambil amanah meski kadang merasa takut tak bisa, menjadi penggembira saja, ikut beberapa lomba meski tak bawa piala, atau membuat karya-karya jail yang terkadang berakhir hanya didinding langit-langit kamar.

Terima kasih sudah mau berteman--dan menjaga pertemanan. Terima kasih tak pernah membiarkan dirimu sendirian. Semoga kita tidak terhanyut dalam hidup yang membuat lupa akan siapa yang menjadikan kita seperti sekarang.

Terima kasih sudah mau berjuang membuat keputusan dan mengambil pilihan. Meski yang dulunya kau rela pertahankan, menangis secara berlebihan, hari ini justru kau dibuatnya malu sebab dulu pernah begitu mati-matian berjuang.

Terima kasih sudah berani mengambil tanggung jawab dan risikonya. Terima kasih sudah mau berdamai dengan keadaan, sudah mau mengikhlaskan yang bukan untuk kita. Terima kasih sudah menurut pada ketentuan-Nya.

Terima kasih sudah mau berkhayal dan bermimpi. Atas setiap impian yang kau bangun, semoga kau tidak hanya memimpikan, tapi berupayah untuk mewujudkan. Sebab ada impian mu untuk kau wujudkan, agar terwujud pula harapan-harapan banyak orang.

Terima kasih sudah tidak pernah menyerah setiap hampir menyerah. Meski terkadang lelah, kepayahan, dan hampir menyerah. Tangis, umpat, kecewa, sampai tak terlihat sesorang yang punya iman, terima kasih kau rela kembali bangun dari kepayahan. Jangan lupa untuk terus bangkit, setiap kali harus jatuh, jatuh lagi, harus bangkit kembali.

Terima kasih sudah mau belajar mencari uang dan mengelolanya. Merasakan bukan? Bagaimana letihnya berusaha untuk mendapatkan uang, dengan berbagai ranah yang menantang, terima kasih sudah mau mencoba untuk mencarinya dan mengelolanya, karena setiap usaha dan pekerjaan tidak ada yang muda, kecuali dilihat oleh mereka yang berkeinginan mendapatkannya. Jangan lupa bersyukur, niatkan Lillah.

Terima kasih sudah menabung. Untuk keperluan mu sendiri, meski berusaha sedikit untuk membantu, membalas jerih payah orang tua, namun semuanya semata tidak pernah benar-benar terbalas dengan apa pun jasa mau pun harta kita. Setidaknya, kau mampu mengeluarkan uang untuk keperluan mu sendiri. Memberi itu menyenangkan meski sedikit

Terima kasih sudah membaca buku yang kita baca. Terima kasih sudah mau mengaji ayat yang kita kaji.Semoga dengan upaya yang kita lakukan menjadikan kita bijak dalam mengambil keputusan.

Terima kasih sudah mau menulis. Terima kasih sudah mau mengingatkan diri lewat tulisan, meski sadar bahwa tulisan yang ditulis tidak sedikit berarti untuk banyak orang, namun setidaknya kau telah menulis untuk mengingatkan diri mu sendiri.

Terima kasih sudah pernah nakal. Terima kasih sudah pernah mencoba hal yang salah. Sekarang sudah tau kan'? Rasanya menjadi orang baik jauh lebih menyenangkan dan membahagiakan. Terima kasih sudah memilih mengikut sertakan dengan orang-orang yang terpilih, yang berorientasi tidak hanya berteman dibumi.

Terima kasih sudah jatuh hati, patah hati, jatuh lagi, dan semoga kelak dibangunkan hati ini menjadi seseorang yang pandai menjaga dari yang bukan untuknya. Terima kasih sudah menjaga diri meski terkadang ada keinginan kuat yang datang, jangan lelah menghadang sesuatu yang belum saatnya. Semoga hati mu cukup kuat, membangun dari awal pada kekasih yang Allah takdirkan untuk membersamai.

Terima kasih sudah mau menjadi diri sendiri. Menyukuri segala yang telah dimiliki, berusaha untuk menata agar menjadi lebih baik. Terima kasih pula sudah menerima kekurangan diri, yang terkadang suka dikufuri sebagai nikmat dari Sang Maha Pemberi.

Terima kasih sekali lagi. Jika kau beranggapan bahwa hari ini dirimu tidak memberi arti apa pun, atau orang diluar sana menganggap diri mu tidak mempunyai sesuatu untuk diunggulkan, dan mungkin terkadang orang lain lupa untuk memberikan ucapan terima kasih atas usaha yang terlihat biasa namun menjadi sesuatu yang untuk memerolehnya begitu kau usahakan. Peluk erat-erat diri mu, hargai proses yang sudah dilakukannya sampai saat ini dan perjuangan yang belum diselesaikannya nanti. Peluk erat sambil kau ucapkan: "Terima Kasih" :)

11:20 AM
Juli 3, 2018
-Annisa Habibah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...