Langsung ke konten utama

Skenario-Nya.

Assalamu'alaikum.

           Di St.Manggarai kami adalah salah satu penumpang yang akan transit ke st.Jatinegara. Sesaat kereta datang kami pun berbondong-bodong dan berlari kecil untuk cepat naik, agar mendptkn tempat duduk. Tapi skenario Allah disini dipertunjuk kan, aku yang kebetulan berdiri berhadapan dengan wanita dewasa yang berhijab dan nampak asik memainkan ponselnya itu adalah sebuah skenario Allah yang diberikan kepada ku. Mengapa????
           Disaat aku dan kakak senior ku asik bercanda dan berguyon bersama, wanita dewasa itu nampak asik dengan ponselnya dan sesekali dia tertawa kecil, ku lirik dan ternyata dia sedang melihat video lucu, sehingga dia dapat tertawa. Beberapa menit yang akan datang rupanya kereta kami akan sampai di st.Jatinegara namun karena terhambat karena suatu kendala, akhirnya kereta dijeda jalan sampai 5 atau 10 menit.
         Kemudian dengan sontaknya, wanita dewasa itu tampak cemas, dihempas hp yang tadi ditangannya, di lepas kedua hansetnya, kemudia satu persatu air matanya menetes, duduknya pun tak tenang, bahkan ia sempat bingung dan cemas. Aku bingung, ku tanya dgn kakak senior ku, ku menerka nerka apa yang terjadi, kemudia aku tampak ragu untuk bertanya ada apa. Namun dia tetap menangis, bahkan dahinya tampak berfikir keras, terlihat wajah yang kian cemas. Lalu karena sudah sampai, akhirnya aku menanyakan apa yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...