Langsung ke konten utama

Menghargai Yang Menyayangi

Antara laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki yang dengan ketahanannya, dengan ketegarannya bahkan dengan gengsi untuk berperilaku layaknya selembut wanita. Gue ada cerita kebetulan gue dapet cerita ini dari pengalaman setelah gue denger cerita temen gue. Antara jujur dan berkorban adalah dua hal yang sangat membingungkan. Udah yak langsung aja ke ceritnya.

Gue ambil nama nya sebagai berikut:
Putri : tmn gue
Raka: Org yg dia suka
Dani: org ketiga.
Dian: Org yg disukai Raka

          Suatu hari Raka dan Putri adalah temen yang baru dipertemukan dalam suatu eskul. Eskul mading, ya setelah waktu berjalan begitu cepat akhirnya terpilihlah Raka sebagai ketua mading dan Putri wakilnya, akhirnya demi nama mading mereka sering diskusi bersama, sampai ketika pertemanan antara laki-laki dan perempuan memanglah bukan menjadi pertemanan murni seutuhnya, Putri menyukai Raka. Tapi tidak untuk Raka. Raka malah menyukai sekretaris eskul mading yang bernama Dian. Ia bercerita, selalu bercerita mengenai Dian ke Putri. Dengan semangatnya Putri pun menyambut curahan dan menyupport Raka. Raka tidakk pernah tau perasaan Putri kepadanya.
               Putri dan Raka selalu bermain, mereka sama sama berdiskusi, bercerita dan main bareng-bareng. Suatu ketika Putri adalah teman sekelas dengan Dani. Dani memang sudah menyukai Putri sejak lama, Putri pun tau perasaan Dian. Akhirnya sampai ketika dia menerima perasaan Dani. Dia menjadi pacar Dani, tapi bukan karena dia saling suka. Melainkan karena Putri tidak mau memberikan perasaan yang dia rasa untuk orang lain. Akhirnya dia menerim Dani, Dani seorang yang perhatian dengannya dia selalu bertanya kabar menanyakan apa apa yang menurutnya memang patut untuk di perhatikan. Tapi Putri menyayangi Dani tdk murni menyayangi, rasa yang diberikan untuk Dani terlalu kecil dibanding rasa untuk Raka, seseorang yg tdk pernah mengerti perasaan Putri.
          Dani menyukai Putri, tapi Putri bosan pada akhirnya berkata jujur kepada Dani tentang perasaannya dia. Putri pun membuka semua kebohongannya tentang perasaan yang dia miliki kepada Raka. Raka tak mampu menampik, seseorang berhak untuk menyayangi siapa pun. Raka sering kali di tegur Putri, sering di tanyakan putri dan di khawatirkan dia.
Putri: Raka jam berapa madingny?
Raka: Jam 1 siang
Putri: Yaudah nanti hati-hati yak.
Raka: Sip
Putri: Eh iyaa besok majn ya ada diskusi remad remaja mading di sma blank
Raka: iya
Putri: Lu pulang nya hati-hati. Bareng sama gue Ka.
Raka: Yah gue pgn maen.
Putri: Yaudah deh hati hati yak
Raka: (Ngelirik.)
Putri: (Gue berharap lu nenggok ke gue minimal senyum deh, senyum aja. Respon gue juga dgn 'Lo juga hati-hati.'"

Cuplikan kisah temen gue, nama latar karakter semua bkn asli ya melainkan cuma fiktif. Tapi ide ceritanyaa gue sendiri thank sorry garing.

Eh iy gue ingetin, jangan nyia nyiain org yg suka sama lo?!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...