Langsung ke konten utama

"UCUN Dengan Berbagai Warna"


Exams !!!
   Hari selalu di mulai dengan bersinarnya matahari, kokokan ayam, dan kicauan burung, namun setelahnya matahari kan terbenam, ayam masuk ke kandang, burung pun pergi ke sangkar. Begitu waktu ku, Senin- Kamis aku Uji Coba Ujian Nasional, hari pertama di mulai dengan mata pelajaran bahasa Indonesia, dengan penuh harapan, kecemasan, ku pun larut dengan lembar jawaban ku, ku baca dengan teliti. Aku mencoba untuk mengerjakannya dengan tenang dan pastinya percaya dengan jawaban sendiri.
   Ruangan 10, merupakan tempat aku mengerjakan ulangan-ulangan itu, 20 kami berada di ruang ini. Aku adalah siswi kelas 9G di ruang ini kami berbaur dengan kelas 9F, ku lihat sekitar ku, ku baca ekspresi mereka, anggapan ku mereka tenang-tenang aja hmm mungkin karena pelajaran bahasa Indonesia. Hari pun berlanjut, hari ke-2, ke-3, dan terakhir. Beragam warna yang ku rasakan, ku perhatikan lagi di sekitar ku, ku lihat ada raut wajah yang tertekuk, dan gambaran seorang yang pusing. Tentu, bagaimana tidak, karena pelajaran yang di ujia bukan pelajaran yang mudah lagi melainkan pelajaran yng sebagian anak termasuk aku sedikit menyerah. Ku lihat raut wajah mereka, terlihat pucat, pusing, dan mungkin di dalam htinya mendumel. Tak beda dengan mereka, aku pun begitu. Namun saat aku mulai nyerah, aku hitung jawaban yang udah yakin dan ku isi, ku semangati diri ku, aku bilang dengan diri ku, "Ayo semangat, bayangin nanti nilainya di pajang, di liat banyak orang, malu kali nilai jelek" sisi positifnya ya aku semangat lagi buat ngerjain, aku baca dengan teliti, bagai nalar, logika, semua jurus udah aku praktekin, dan ketika ada awal pasti ada akhir. Waktunya habis, sebelum itu aku sudah menargetkan, jadi kalau belom ada yang isi aku coba mikir dan akhirnya terjawab, tau kan dengan fikiran gimana, ya fikiran yang udah mentok. Tapi aku percaya apa pun hasilnya nanti, ya itu hasil aku, kerja keras sendiri. Banyak juga lho dalam ruangan itu mereka punya jurus masing-masing yaitu bertanya lewat hati, hehehehe mana bisa. Mungkin bertanya tanpa ketauan guru, ya banyak si yang berisik-berisik gitu. "Sssttss, no.28 apaan?" "Eeehh, lo no.37 a/b/c/d?" sayang banget ya, sebenernya dengan dia usaha sendiri dia tau kemampuan dia, bisa tau kurang dimana. Tapi itulah masa-masa sekolah, banyak suka duka, kegetiran dan kenikmatan. So, tetep yakin kedepannya harus lebih baik, dan akhirnya UCUN selesai hari kamis. Tinggal melihat nilai dan berserah diri :)

puisi sedikit nih tentang UCUN
 
"UCUN"
Nama baru pengganti Try out
kembali datang dengan sejuta kecemasan
ucun, ucun,,,
4 hari yang tegang
Bahasa Indonesia, IPA, bahasa Inggris sampai MTK
Namanya juga Uji coba
Makin penasaran kalo gak di coba
ya udah, ucun aja cobain
*Lho?? ngelantur nih puisi hehehe :D peace

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...