Langsung ke konten utama

Malam Minggu dengan mimpi ku


Judul? bisa ketebak dong ini malam apa? malam Senin yaaa !!! salah banget, jelas malam ini malam Minggu.
Malam minggu yang kebanyakan orang memilih keluar rumah, namun aku, aku bukan orang yang suka keluar rumah, bukan juga seorang yang sibuk dengan hitung-hitungan atau pun fisika dan setumpuk pr yang harus dikerjakan selesai hari itu. Namun, aku pun mengerti mana hal yang harus ku mulai sekarang, Senin 17-02-2014 nanti aku akan menghadapai UCUN lucu ya nama ganti try out skrng, ucun yaitu Ujicoba Ujian Nasional. Malam minggu dengan sejuta mimpi ku, martabak manis dan teh yang ada disamping ku, ya aku mencoba melatih diri ku dengan mengerjakan latihan-latihan. Mimpi ku adalah mendapatkan nilai yang mungkin jauh dari kesempurnaan, tapi gak ada yang gak mungkin, untuk mendekati dari kesempurnaan mungkin itu pr untuk kita semua. ya, mimpi ku adalah mendapatkan nilai yang pasti membahagiakan ke-2 orang tua, terbayangkan kan nilai yang nantinya bakal dipajang di mading, lalu diliat banyak orang, wih kalo nilainya bagus dan ada bacaan L (lulus) bangga dong, tapi kalo sebaliknya? bakalan malu banget. Tapi semua harus proses dahulu, kalo kita udah berusaha, berdo'a, dan percaya, insyaAllah semua akan sepadan dengan apa yang kita perjuangkan. Untuk siapa pun kamu yang udah baca kata-kata yang terrangkai ini do'ain aku ya, semoga bisa melewatinya dengan baik aamiin :) semangat untuk kalian semua yang mau UCUN.
"Kita bisa pasti bisa kalo kita yakin kita bisa dan BISA" !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...