Langsung ke konten utama

Postingan

Fastabiqul Khairat

"...Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan." (Qs. Al-Baqarah:148) (Source : ukhuwahislamiyah.com) "Jika kebaikan itu hanya disuarakan, tanpa ingin diupayakan apalagi sampai tidak adanya tindakan. Semua itu ibarat mimpi tanpa adanya hasrat, hanya seperti jalan yang tak sampai ke tujuannya, sebab terjebak, tersesat. Kebaikan itu perlu tindakan, perlu keinginan kuat, keikhlasan, dan sangat utama niat yang tepat." Tidakkah kita cemburu? Pada kebaikan orang yang rela mengorbankan waktunya untuk sekadar menghargai pertemuan, meski waktu meminta seluruhnya agar dihabiskan untuk mementingkan urusan pribadinya. Tidakkah kita cemburu? Pada kebaikan orang yang rela memberikan tenaganya untuk membantu kesulitan orang lain, walau tenaganya sudah habis terpakai. Ia rela, membantu orang lain meski sekadar membawakan barang bawaan. Tidakkah kita cemburu? Pada kebaikan orang yang rela ...

Ramadhan Kareem

Sudah di Penghujung Akhirnya Sesekali kita butuh yang namanya berintropeksi, atas target dan kegigihan yang diawal sudah diniatkan kuat-kuat, untuk setiap keharusan yang mesti dilakukan selama sebulan penuh Ramadhan. Ramadhan, kau hendak kemana? Kemarin rasanya dipenghujung terbenamnya matahari bulan Syaban kita menantikan dengan semangat kehadiran mu, dengan begitu antusias segala target dan persiapan kita list dan pasang kuat-kuat. Ramadhan, kau hendak kemana? Belum tuntas rasanya segala target dilaksanakan, atas semangat yang kian surut. Ramadhan, belum banyak yang bisa kami lakukan. Engkau hendak kemana? Baru kami merasakan lezatnya iman yang tak terbendung kala malam dalam penjagaan, kala malam bermunajat dan berkhalwat pada Rabb kami, pada kenikmatan islam yang tak terhitung. Ramadhan, kau hendak kemana? Maaf, sebab lalainya kami justru tidak benar-benar memaknai kehadiran mu. Sebulan penuh seharusnya kami benar-benar memohon dan merendah untuk bisa m...

Teruntuk Tuan

Teruntuk Tuan yang Namanya Termaktub di Lauhul Mahfudz (Source : Unsplash) Andai Tuan tau, Saya tidak cukup berani layaknya Khadijah untuk mengungkapkan rasa yang Allah titipkan ini. Andai Tuan tau, Seandainya ekspresi diri ini bisa Tuan lihat Aku tak ingin menjadi layaknya kebanyakan wanita lain yang berambisius memiliki mu. Atau menjadi wanita perasa yang bahagia bila dekat atau hanya sekadar berbalas pesan dengan mu. Andai Tuan tau, Apakah mungkin Tuan justru menginginkan ku seperti itu? Tidak Bukan?! Penyampaian ekspresi ku mungkin tak sebanyak dan tak seberani wanita lain yang lebih terang-terangan meminta mu. Tapi Tuan, Seharusnya kau paham, terkadang ada rasa khawatir ketika kau begitu tersohor dikalangan teman aktivis yang bukan mahram mu. Meski aku tetap percaya. Dari banyak kebanggaan, prestasi, amanah dan kedudukan ternama. Semua tak lantas menjadikan kau, menjauh dari-Nya. Tuan, Atas semua kemungkinan yang akan terjadi, semoga ...

Berbaik Sangka (Khusnudzon)

"Cari 1001 alasan untuk diri agar senantiasa berbaik sangka terhadap orang lain", nasihat kakak tutor. Belajar untuk berbaik sangka sulit, namun harus terus dipelajari. Berbaik sangka dari versi yang kecil sampai yang begitu besar. Sulit rasanya menerima alasan terlambat dalam pertemuan, kesal bukan? saat sudah lama menunggu seseorang namun dia telat untuk hadir pada jam yang sudah ditentukan. Beribu bisikan dan dorongan untuk berkata yang menyakitkan berlomba-lomba minta diutarakan. "Dasar kamu, janjinya jam segini", "Ah, alasan saja", dan berbagai umpatan lainnya. Padahal belum sempat kita terima alasannya, namun diri sudah menghakimi yang bukan-bukan. Andaikan kita mampu berbaik sangka dari hal kecil seperti ini, mungkin akan lebih dewasa dalam menyikapi. Contoh kecil lainnya, kita tak pernah tau apa niat dan tujuan sesorang melakukan ini itu. Namun kita, manusia. Teramat sering menyimpulkan bahwa itu hanya untuk mendapatkan pujian banyak orang, ...

Diri Mu Paling Baik? Versi Siapa

Ada banyak hal yang memungkinkan manusia berkaca pada dirinya sendiri, "Saya lebih baik dibanding dia", "wah, dia tidak ada apa-apanya", rasa sombong yang mungkin baik disengaja atau tidak disengaja sekali pun kadang datang membisikan diri. Hati manusia siapa yang tau? Bukankah tak pantas rasanya melihat apa maksud dan tujuan seseorang melakukan ini dan itu. Jadi tak perlu mengambil job desknya para malaikat. Sengaja atau pun tidak, ada kebahagiaan sendiri saat kita melakukan kebaikan yang bermanfaat untuk orang lain. Dan seringkali semuanya 'mungkin' menjadi sia-sia. Sebab apa? Sebab nafsu ambil andil bagiannya, setan tak bosan untuk terus membisikan niat buruknya. Jadi, akan ada pujian yang membungkus niat baik itu menjadi kurang baik. Tidak menutup kemungkinan, yang belum baik esok menjadi jauh lebih baik. Atau pun sebaliknya, apa mungkin diri yang kita anggap sudah paling baik ini justru dibuntuti oleh niat agar terlihat baik didepan orang. Benarkah...

Berlelah Lillah

Bismillahirrahmanirrahim... Segala puji bagi Allah yang memiliki dunia beserta isinya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW., para sahabat, keluarga dan pengikutnya sampai akhir zaman Menjadi Aku Yang Lain      Katanya, 'berbicara itu mudah yang sulit justru melakukannya'. Bagi saya, itu bukan katanya lagi. Bahkan menjadi pernyataan yang sangat benar. Menjadi aku yang lain, yaitu proses menemukan pengalaman baru. Menjadi aku yang lain, yang tidak hanya melihat betapa hijaunya rumput tetangga. Menjadi aku yang lain, melihat dari sudut yang berbeda. Dari sudut bagaimana Allah menguji hambanya untuk kemudian mengangkatnya ke derajat yang lebih tinggi.       Aku tak pernah tau rasanya sakit hati karena cinta, sehingga aku mampu berbicara bahwa "Sudahlah, bukankah masanya sudah lewat. Hidup tak melulu tentang lelaki yang kau puja", kata ku. Kita pun tak pernah tau, beratnya suatu pekerjaan kuli panggul sebelum ...

Ketetapan Allah, Terbaik.

Bismillahirrahmanirrahim... Duhai Allah yang memiliki dunia beserta isinya, Maha Suci Allah yang sampai detik ini masih memberikan nikmat kepada kita semuanya.Tuhan, baru ku sadar indah nikmat sehat itu. Tak pandai ku bersyukur, kini ku harapkan cinta-Mu. Ampuni khilaf dan salah selama ini ya Illahi.  Tahun-tahun sebelumnya, betapa kufur hamba atas setiap ujian dan cobaan dari-Mu. Telah banyak sakit yang seolah begitu hebat menghantam ku, aku dikalahkan oleh ego dan ekspetasi. Terlalu banyak ku menaruh harap pada manusia, sedang dirinya dan aku hanyalah makhluk yang jauh dari kesempurnaan. Pantas jika aku menerima banyak kekecewaan, seolah hanya aku yang dikecewakan, seolah hanya aku yang Kau uji dengan semuanya, seolah hanya aku yang dihukum atas tindakan yang ku buat sendiri. Tahun berikutnya, ku kira aku bisa pulih dari kekecewaan yang ku buat sendiri. Nyatanya ditahun berikutnya, aku belum dewasa memaknai arti 'harus berjuang lagi'. Kalut, sedih, lebih-lebih kecewa kem...