Langsung ke konten utama

Berbaik Sangka (Khusnudzon)

"Cari 1001 alasan untuk diri agar senantiasa berbaik sangka terhadap orang lain", nasihat kakak tutor.
Belajar untuk berbaik sangka sulit, namun harus terus dipelajari. Berbaik sangka dari versi yang kecil sampai yang begitu besar. Sulit rasanya menerima alasan terlambat dalam pertemuan, kesal bukan? saat sudah lama menunggu seseorang namun dia telat untuk hadir pada jam yang sudah ditentukan. Beribu bisikan dan dorongan untuk berkata yang menyakitkan berlomba-lomba minta diutarakan. "Dasar kamu, janjinya jam segini", "Ah, alasan saja", dan berbagai umpatan lainnya. Padahal belum sempat kita terima alasannya, namun diri sudah menghakimi yang bukan-bukan. Andaikan kita mampu berbaik sangka dari hal kecil seperti ini, mungkin akan lebih dewasa dalam menyikapi.

Contoh kecil lainnya, kita tak pernah tau apa niat dan tujuan sesorang melakukan ini itu. Namun kita, manusia. Teramat sering menyimpulkan bahwa itu hanya untuk mendapatkan pujian banyak orang, hanya untuk mebandingkan kekayaan, hanya untuk membuat iri banyak orang. Sebenarnya yang harus diperbaiki itu siapa? Benarkah tindakan orang tersebut? Atau justru hati kita? 'Hati kita'! yang dengan mudah menyimpulkan bahwa semua yang dilakukannya berdampak buruk, astagfirullah. 

Berbaik sangka pun tidak hanya melulu ditunjukan untuk orang lain, bahkan diri kita sendiri dibuat khawatir dan ragu untuk berbaik sangka terhadap ketentuan dari-Nya. Diri kita teramat takut terhadap apa-apa saja yang sudah jelas dijanjikan menjadi milik kita, meski seberapa sulit dan salah alurnya. Sesuatu yang ditakdirkan untuk kita akan menemui jalannya sendiri, menghampiri kita, pun sebaliknya. Berbaik sangka dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan pencipta kita. Itulah sebaik-baiknya prasangka terhadap Rabbnya.

Berbaik sangkalah, bukan hanya untuk kepentingan orang lain, tapi untuk kebaikan diri kita sendiri. Terkadang salah paham terjadi sebab hal kecil yang tidak meminta waktunya terlebih dahulu untuk dijelaskan. Dari hal tersebut, enggan rasanya untuk menjelaskan lagi sesuatu yang sebenar-benarnya . Namun orang yang kita pintai waktunya untuk mendengarkan penjelasan kita, tidak sudi mendengarkannya terlebih dahulu.

Indah rasanya, berbaik sangka terhdap orang lain. Yang dipikirkan hanya pemikiran yang baik-baik, dengan senyum simpul dan sikap harap untuk dapat menirunya, meniru tindakan baiknya. Semoga pelajaran yang tak ditemui wadahnya ini dapat membuat kita semakin banyak belajar, belajar bahwa hidup menyediakan fasilitasnya dengan baik untuk berbaik sangka terhadap siapa pun dan apa pun.

Wallahu A'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...