Langsung ke konten utama

Anak Tahun 99' Ngomongin Nikah-nikahan

"Anak tahun 99' ngomongin nikah muda, siapa yang dulu-duluan. 
Situ mau bangun rumah tangga atau rumah-rumahan?"


Assalamu'alaikum, Wr, Wb.
Alhamdulillah, dikasih lagi kesempatan sama Allah buat memaparkan hasil debat dengan diri sendiri pas balik dari ngajar dikendaraan, ngoceh malam-malam.


Lah,,, laahh.
Itu judulnya kontra sama nikah muda? situ bukannya pernah paling semangat pas ngebahas perkara cinta dan nikah?! "Benar! Justru karena itu, peringatan kenapa dulu pernah 'paling semangat bahas cinta dan pernikahan-___-!"
Pernah denger bunyi yang kaya gini "Semakin kita tau semakin banyak dosanya" Kurang lebih kaya gitu, semisal nih kalo kata murrabi ane, dulu doi ga mau masuk rohis, karena apa? karena katanya kalo kita udah tau dan malah tetep ngelakuin jatohnya dosa, contoh kita tau ada perintah buat pakai kerudung wajib untuk menutupi aurat wanita, kita tau nih tapi kita cuek, yaaaayaudahlah tau dosa, tapi gimana? denger kuping kanan keluar kuping kiri, klise banget ya kan. Hubungannya apa sama nikah mudah tulisan lu?

Ya jadi, ga mau muna aja kalo dulu pernah sempet bahas perkara cinta-cintaan. Ditambah murrabi nikah, ditanya yakan? "Target nikah umur berapa?! Hayu, nanti siapa ya yang lebih dulu?" Karena pas situasi khitbahan ya adalah kait-kaitannya patokin umur. Dan bayangan masih tentang nikah muda ngikut tuh pasti, tapi balik lagi keatas. Kenapa sekarang justru bisa berbalik arah sayanya?

Kata Alm. Revi "Banyakin main sama orang yang lebih tua, serap pengalaman dan ilmunya banyak-banyak". Dan karena petuah dari alm-lah sampai pada akhirnya membawa saya untuk hadir dilingkaran kakak-kakak yang sudah lebih dulu lahir beberapa tahun dibandingkan saya. Yang awalnya punya pemikiran "Iiih, bener ya nikah muda aja udah" jadi "Lah, apaan si gua. Mau bangun rumah tangga apa rumah-rumahan? wkwkwk"

Tolong digaris bawahi, bahwa ga ada yang salah dengan nikah muda, atau pernikahan diusia muda. Dan teruntuk saya, Annisa Habibah ini tulisan sebagai pengingat bahwa nikah muda ga bisa diraih dengan imajinasi dan khayalan fatamorgana. Nikah muda itu baik asal sudah siap mental, ruqiyah, lahir batin semua-muanya *Kansotoy. Pernikahan itu ga perkara mudah, ga cuma bisa diliat kaya Alvin yang udah halal buat Larisa punya Yusuf lagi. Catatan untuk diri pribadi lebih tepatnya, bahwa pernikahan itu suatu ibadah yang durasinya paling lama *sotoy(2). Beberapa list yang harus dipersiapkan teruntuk pribadi saya dan pengingat plus peringatan:

1. Hal kecilnya deh, ngurus atau nemeuin barang aja kaya yang masih "Ma, adek lupa taro mana. Dimana ya ma, akhirnya mama juga yang nemuin." Bayangin semisal pak 'Imam' minta "Dek, tadi sajadah ditaro mana ya?" Ya ga mungkin dijawab, "Tanya mama aja. Aku ga tau:v" *Sotoy(3)
2. Bangun malam, impian jodoh 'Hafidz Qur'an' jadwal tahajjud aja masih bolong-bolong. Yakalie yang bangun lebih dulu si doi.
3. Nikah itu ya ga cuma ngurusin diri sendiri, ada beberapa orang yang nantinya bakalan jadi tanggung jawab kita juga.
4. Perihal istri shalihah, bisa masak, list pemasukan pengeluaran balance, pengertian, redah emosi, mutabaahnya ga pernah bolong. Semisal tunjuk mana kencur, kunyit. jahe aja masih bingung. Bahayanya kalo teh manis jadi teh asin, maapkeun itu masih perlu belajar.
5. Kadang suka ga ngerti, gemes sama anak kecil disangkut pautin sama 'wah udah, kemarin temen gua post foto anak kecil besoknya nikah.' Gemes bukan berarti sayang, kadang aja yang ngeselin buat gemes. Dan besok semisal udah jadi seorang ibu, itu anak kita, madrasah pertama yaa kita sebagai seorang wanita, yakin udah bisa dewasa? Ga adakan sejarahnya anak-anak diperlakukan dengan sikap ibu yang kekanak-kanakan juga.

Sudah berapa ke'sok-tau'an Annisa Habibah sejauh ini??? jawabannya, BANYAK!!!
Ketika kita menulis, bukan maksud untuk menjadi yang lebih tau. Justru karena saya nulis, bisa jadi doa untuk saya menjadi seperti yang diharapkan pada setiap nasihat dan impian yang saya tuliskan. Bukan lantas saya lebih tau segalanya, tapi karena saya membentengi diri untuk tidak melakukan yang tidak boleh dilakukan *okemuter-muter.
Terus terlebih ada sebuah story instagram guru panutanq, yang ngecapture tuisan dari buku -/+ kaya "Jodoh itu udah diatur sama Allah, sedangkan perkara ilmu dan masa depan itu perlu kita raih dan persiapkan dari sekarang. Ketika hari ini kamu mengejar dia, yang belum tentu jodoh mu serta mengabaikan pelajaran dan cita-citamu maka saat itu ilmu mu hilang." Sampai pada ngeliat story itu jadi lebih manteb lagi, kalo perkara jodoh itu udah emang urusan Allah. Sebab takdir dan ketentuan-Nya pasti mempertemukan kita.

"Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."
[ Qs. Ya Sin/36 : 36 ]

Satu statement dari saya :
"Pernikahan mengantarkan dua posisi bagi wanita; istri sekaligus ibu yang siap mendidik. Jadi, bekalilah diri sebelum jodoh berkuda putih bertemu dan bertamu mengetuk pintu"
-Anhb-


Sotoynya udah makin banyak, maapkeun saya atuhnaa. Bukan orang sunda yang berimpikan jadi orang sunda, eeah*. Intinya salahnya banyak, kekurangannya apalagi, cuma ini ditulis dari sudut pandang saya sebagai pengingat diri. Semisal jodoh, itu datang diwaktu yang tepat bukan cepat. Tugas kita sekarang bukan baper, tapi persiapkan, karena jodoh itu dibentuk. Saya juga ga pernah tau, siapa tau besok saya ada jodohnya. Wallahu a'lam

Pamit.
Mohon Maaf
Wassalamu'alaikum
-Annisa Habibah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...