Rabu, 10 Januari 2018
Setidaknya ada angka satu yang menandai genap 10 hari yang lalu memasuki tahun 2018.
Banyak perjalanan hidup yang menjadi sebuah pembelajaran.
Semua mungkin terangkum dalam sebuah luapan perasaan, tidak untuk mengingat ulang
tapi mengambil gambaran besar, bahwa hidup punya bagiannya juga untuk dikenang.
Bahagia Ketika Berarti.
Aku suka kebahagiaan
meski sederhana, meski kecil
bagiku hari itu tidak bisa diekspresikan
aku mau jadi lelah
aku mau melihat rona bahagia
meski rupanya rencana ku pun terbilang 'payah'
uang memang bernilai
tapi satu kesimpulan bagi ku
kebersamaan adalah bentuk apresiasi
dari nilai yang tertinggi
#Januari, 2017
Setidaknya ada angka satu yang menandai genap 10 hari yang lalu memasuki tahun 2018.
Banyak perjalanan hidup yang menjadi sebuah pembelajaran.
Semua mungkin terangkum dalam sebuah luapan perasaan, tidak untuk mengingat ulang
tapi mengambil gambaran besar, bahwa hidup punya bagiannya juga untuk dikenang.
Bahagia Ketika Berarti.
Aku suka kebahagiaan
meski sederhana, meski kecil
bagiku hari itu tidak bisa diekspresikan
aku mau jadi lelah
aku mau melihat rona bahagia
meski rupanya rencana ku pun terbilang 'payah'
uang memang bernilai
tapi satu kesimpulan bagi ku
kebersamaan adalah bentuk apresiasi
dari nilai yang tertinggi
#Januari, 2017
#Maret, tahun ke-18
Aku melihatnya,
sebagai bentuk dari kekhilafan
khilaf yang kalap
berbangga dalam sebuah iktital yang
berkedok 'silatuhrahmi'
meski 'saat itu' terbilang wajar
tapi kini, ku malu melihatnya lagi
dan harap tahun ini
mengartikan 'syukur'
lebih berarti untuk diri
Skenario-Nya
Aku saat itu,
mungkin sudah hilang akal
hilang percaya bahwa ku masih punya iman
semua bagi ku kesalahan terfatal
"... Dia mengetahui, sedang kamu tidak!"
lupa bahwa hidup berupa pinjaman
bahwa nyawa pun masih milik Tuhan
sampai lupa hidup akan berakhir pada kematian
lantas, aku masih mau meratapi kegagalan?
Terima kasih ku dimana?
Sudah dipinjami hidup, diberi nyawa
tidak pula mau berusaha?!
Lupa bahwa hidup tersusun tidak dari tawa saja
terlena bahwa hidup menerima bahagianya saja
hidup harus terus berlanjut
jarum jam tidak mungkin berdentak mundur berbalik arah
#Mei2017
RESOLUSINYA
"Kenangan itu bermasa, jika tidak bisa melupakan seseorang atau luka dan lainnya dari ingatan mu,
mungkin ia memang digariskan untuk ada di sana. Sudahlah... Manusia akan melupa pada saatnya. Dan semua akan kembali normal seperti sedia kala."
Melanjutkan hal baik yang sudah dilakukan di tahun 2017, dan mencetak sesuatu hal yang jauh lebih baik, berarti, dan bermakna lagi. Semoga dalam hal spiritual, akademik, emosional, dan lainnya harus ada peningkatan.
^^SEMANGAT
Komentar
Posting Komentar