Bermain dengan waktu,,,
aku atau mungkin kita semua berkejaran dengan waktu. Everthing is about timing, timing is everthing. Waktu tak mampu sesekali kita hentikan, kita percepat atau perlambat. Kemarin rasanya kita hanyalah seorang bayi mungil dengan kehangatan pelukan dan kecupan ayah serta bunda. Namun kini, telah banyak waktu memutari porosnya. Aku telah beranjak dewasa, waktu yang ku tempuh mungkin masih sanggup berputar beberapa poros lagi untuk kedepannya. Tapi, akan ada suatu waktu yang ku tagih. Ku tanyakan telah berapa banyak cerita yang ku buat dalam setiap waktunya. Bukankah dalam satuan waktu adalah detik, yaitu hitungan satu sampai enam puluh. Setiap waktu adalah cerita, waktu adalah penuntun alur ceritanya. Aku pemerannya. Entah akan menjadi cerita yang seperti apa yang nanti dihasilkan. Terkadang permain dalam waktu membuat kita terjebak, terjebak dengan keasikan dan kegembiraan. Akan ada suatu waktu yang mengajak kita ingin terus menghabiskannya untuk bermain, akan ada suatu waktu yang terus mengolok-ngolokan kita agar terus berlari tak memperdulikan apa yang akan dilaluinya. Waktu itu berbahaya, berbahaya apabila waktu yang menguasai kita. Bukankah waktu tak bisa diajak berkompromi? Ia akan terus memutari porosnya meski sekali pun kita tak suka. Ia tak akan mengulang kembali meski begitu ingin sekali kita mengenang di detiknya. Dirinya akan terus berputar sekali pun kita rindu atau tak suka. Kamu, adalah salah satu pemeran dalam dihidup ku yang Tuhan titipkan ketika di waktu itu. Jadi teruslah membuat cerita, karena setiap detik dalam waktunya itu ada Tuhan, aku, kamu, dia, mereka dan kita semua.
Komentar
Posting Komentar