Langsung ke konten utama

Bermain dengan Waktu

Bermain dengan waktu,,,
aku atau mungkin kita semua berkejaran dengan waktu. Everthing is about timing, timing is everthing. Waktu tak mampu sesekali kita hentikan, kita percepat atau perlambat. Kemarin rasanya kita hanyalah seorang bayi mungil dengan kehangatan pelukan dan kecupan ayah serta bunda. Namun kini, telah banyak waktu memutari porosnya. Aku telah beranjak dewasa, waktu yang ku tempuh mungkin masih sanggup berputar beberapa poros lagi untuk kedepannya. Tapi, akan ada suatu waktu yang ku tagih. Ku tanyakan telah berapa banyak cerita yang ku buat dalam setiap waktunya. Bukankah dalam satuan waktu adalah detik, yaitu hitungan satu sampai enam puluh. Setiap waktu adalah cerita, waktu adalah penuntun alur ceritanya. Aku pemerannya. Entah akan menjadi cerita yang seperti apa yang nanti dihasilkan. Terkadang permain dalam waktu membuat kita terjebak, terjebak dengan keasikan dan kegembiraan. Akan ada suatu waktu yang mengajak kita ingin terus menghabiskannya untuk bermain, akan ada suatu waktu yang terus mengolok-ngolokan kita agar terus berlari tak memperdulikan apa yang akan dilaluinya. Waktu itu berbahaya, berbahaya apabila waktu yang menguasai kita. Bukankah waktu tak bisa diajak berkompromi? Ia akan terus memutari porosnya meski sekali pun kita tak suka. Ia tak akan mengulang kembali meski begitu ingin sekali kita mengenang di detiknya. Dirinya akan terus berputar sekali pun kita rindu atau tak suka. Kamu, adalah salah satu pemeran dalam dihidup ku yang Tuhan titipkan ketika di waktu itu. Jadi teruslah membuat cerita, karena setiap detik dalam waktunya itu ada Tuhan, aku, kamu, dia, mereka dan kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...