Langsung ke konten utama

Nyaman Seperti Ini

Hai, kamu? Iya kamu!!!.Kamu yang sedang membaca tulisan yang tak pernah sampai langsung ditangan mu. Bolehkah ku meminta waktu mu, sebentar hanya beberapa menit. beberapa menit untuk menyampaikan surat yang ketika itu ingin sekali ku berikan pada mu. Ketika itu? Iya, ketika semua perangai mu menjadi suatu keharusan yang wajib aku perhatikan. Kamu yang dahulu selalu ku tunggu hadirnya, kamu yang selalu aku tanyakan keberadaannya bila tak terlihat oleh penglihatan ku hari itu. Dengarkan suara hati ku saat-saat aku mengaggumi mu. Kamu hadir, sebelumnya kamu hanyalah orang asing. Tuhan lalu mempertemukan aku, aku melihat kamu. Kemudian, rupanya rasa yang ada di hati ku bukan sesuatu yang penting keberadaannya. Apa kamu tau? Setiap hari ku begitu semangat, bukan lantaran buku pelajaran yang begitu menarik untuk dibaca, atau bukan juga kantin dan guru-guru yang begitu baik mengajarnya. Tapi karena kamu, kamu yang begitu memberikan aku semangat, entah mengapa ada perasaan canggung apabila kau di dekat ku. Tidak tau mengapa, kenapa aku selalu menghindar dan berusaha berpenampilan baik bila bertemu mu. Rasanya gerbang sekolah mempunyai banyak kesan dan cerita yang tidak sedetik pun aku lewati, begitu banyak cerita yang selalu ku tuliskan dalam buku diary, mengenai mu, mengenai sebuah cerita, cerita cinta mengenai kita, tidak tepat, maksud ku membuat cerita mengenai kamu, aku bukan kan? Kamu saja tidak mengetahui perasaan ku, kita tidak jauh, kamu pun tidak terlalu asing untuk ku, kita teman, hanya saja kamu tak pernah sedekat aku melihat kamu.

Hai kamu, yang kadang malu aku menyapa mu, malu bila aku harus memandangi mu. Karena aku hanya berani, berani menegur kamu lewat sosial media, itu pun aku melupakan rasa malu untuk memulai pembicaraan, rupanya ketika kita sedang jatuh cinta kita lupa bagaimana caranya jujur, jujur dengan diri sendiri, jujur mengenai keadaan, cinta kadang membuat aku bohong. Selucu itu kah? aku hanya berani melihat mu dari kejauhan, meski dalam hati ku ingin sekali berpapasan atau sekedar kamu menyapa ku, jarak yang seperti ini membuat aku rindu. Berharap lewat kejauhan membuat yang jauh semakin dekat, dan berharap pula lewat kejauhan sesuatu yang tak terdengar menjadi jelas untuk di dengarkan. Lihat lah aku, tolong sekedar berbicara pada ku, entahlah mengenai apa. Mengapa selalu harus aku yang memulai, apa kamu menyadari bahwa aku bersikap bodoh bila bertingkah di depan mu. Tapi, tidak kah seperti itu yang mendekatkan aku dengan mu, meski kamu cuek, meski kamu biasa tetapi tetap kah rasa ku.

Ehh, rupanya itu ketika dulu. Sekarang kita bisa dekat, jauh seperti apa yang aku bayang kan sebelumnya. Kita dekat, bermain, bahkan tak canggung rasanya aku dekat dengan mu, bercanda dan lebih asik jauh tak seperti ketika aku menyukai mu.

Udah magrib, hehehe. Lanjutin kapan-kapan lagi ya, soalnya belum sampe ke intinya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...