Langsung ke konten utama

Dompet Jatoh

Sore ini, entah Allah punya rencana yang menggerakan langkah ku untuk jalan-jalan sore. Awalnya niat ku adalah sekedar melintas atau melihat dan melewati smp serta smk ku. Namun, rupanya kakak ku tak mengizinkan ku untuk mengendarai motor sendiri. Akhirnya kami jalan-jalan sore bareng, lalu niat awal ku pun tak terlaksana kakak ku rupanya mengajak ku ke tempat buah.

Lalu apa yang terjadi,,,,
Masih hangat kenalpot motor yang kami kendarai, baru saja kami matikan mesinnya. Lalu satu tatapan dan bisikan terdengar oleh kami, bisikan itu bersumber dari seorang lelaki sebaya dan seorang supir bajaj. Aku pun melihat ke tempat yang dimaksud, rupa nya memang ada suatu hal, sesuatu itu adalah sebuah dompet. Entah dompet yang antah beranta pemiliknya dimana, yang ku lihat ada rencana jahat oleh kedua bapak itu, dari arah yang tak jauh dari dompet berada seorang lelaki pun juga mengijak dompet dan berusaha mengambilnya. Dengan sigap dan cepat supir bajaj dan lelaki paru baya itu mengakui bahwa dompet jatuh itu adalah milik seorang penumpang. Satu yang menjadi pertanyaan bagi ku, "Supir bajaj itu mengapa dengan muda mengakui padahal yang menemukan dan mengambilnya adalah seorg lelaki lainnya.?" Mungkin lelaki itu mempercayai, dan lebih memilih mengamankan diri. Sebab supir bajaj itu tampak memiliki wajah yang sangar, memilik nafsu serta amarah yang terlihat dari keburu-buruan nya dalam mengakui dompet tersebut. Ada perasaan kesel dalam diri ku, dompet itu memang terlihat tebal. Sepertinya punya orang berada. Menghalau pikiran buruk ku, aku coba memperhatikan supir bajaj tersebut. Aku perhatikan dari gerak gerik nya, sampai ketika supir bajaj itu menghindar dari tempat awal. Dan akhirnya kami sudah selesai membeli buah, tapi tidak tau nasib dompet jatoh tersebut.

Allah,,,,
Jadikan aku manusia yang memang menerima apa yang menjadi hak ku.
Allah,,,,
Kuatkan iman ku untuk selalu mengerti larangan-larangan mu.
Allah,,,,
Percayai hati ku untuk mengembalikan apa yang bukan menjadi hak ku.

Rabb,,,
Jadikan penglihatan ini, melihat keindahan serta kuasa mu. Jadikan pendengaran ini selalu mendengar hal baik.
Rabb,,,
Maafkan atas kesalahan ku seandainya pernah mengambil hak orang lain.
Rabb,,,,
Berikan aku rasa kepercayaan diri untuk tidak mencuri, mungkin bisa dilihat dari saat ulangan nantinya.

Duhai Allah,,,
Seandainya perangai dan tingkah laku ini berbelok. Tolong, permuda lagi untuk meluruskannya.
Duhai Allah,,,
Jadikan lah aku hamba yang bersyukur atas apa yang telah Engkau berikan.

Aamiin ......

#Ini lebih ke muhasabah diri aja si, serem liat orang yang ngambil hak orang lain. Misalnya dompet jatoh tadi, semoga supir bajajnya tergerak buat ngembaliin dompet pada pemilik aslinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...