Langsung ke konten utama

Dia Indah

Setiap manusia diciptakan berpasangan oleh-Nya, tak asing lagi ketika sekeliling di penuhi oleh mereka dengan cinta nya masing-masing. Namun, ada saja yang mempersalahan cinta mereka. Entah mereka yang salah kah, atau dia yang mencari-cari kesalahan itu.

Seorang itu bertanya "Kenapa lo mau sama dia? Yah elah kaya gitu mah ngapain diterima." Pikiran apa yang ada di dia, apa karena fisik, atau kekurangan yang menjadikan dia tampak sempurna dari diri orang lain. Mungkin ia adalah seorang yang teramat cantik, atau sempurna, sehingga tiada sedikit pun  kekurangan di dirinya. Atau dia seorang putri raja, yang dengan mudahnya berkata semaunya. Mungkin kah dia seorang yang tak diajarkan? Rupa nya dia sama, seorang yang mempunyai kekurangan seperti kami. Mungkin dia lebih unggul, dia lebih hebat, karena lebih jago berkata yang tidak hebat.

Kemudian tanpa pernah bosan dia.bertanya lagi. "Apa yang lo liat dari dia?" Ucapan yang memang begitu ringan namun maknanya sangat melukai. Lalu pasangan itu pun menjawab. "Aku melihat dari kaca mata penglihatan ku, sesuatu yang tak seorang pun mampu melihatnya. Aku melihat apa yang tidak bisa kau lihat dari sosoknya. Karena apa yang kamu lihat bukanlah apa yang sebenernya ada di dirinya." Karena setiap orang itu berbeda, seorang tidak bisa dilihat dari penampilan luarnya saja, karena apa? Karena hanya orang orang yang mau mengenalnya yang mampu mengetahui sifat serta perilaku di dalam nya.

Salahkah, salah dia yang memiliki banyak kekurangan??? Fisik yang tak sempurna, keadaan yang jauh dari luar biasa, serta tindakan bahkan kelakuannya? Seburuk itu kah? Sampai sampai kamu rela menjauhi bahkan menghindar.
Kamu adalah ucapan yang diri kamu keluarkan sendiri. Intinya orang yang jauh dari fisik yang sempurna bukanlah dia seorang yang buruk. Mungkin saja dia lebih baik dibanding diri kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...