Langsung ke konten utama

" I Choose To Love U "

     Pagi itu, ketika semua orang mulai sibuk dengan rutinitas paginya. Sedangkan Yuna masih dalam keadaan terlelap. Jam dinding ikut hanyut dibawanya, seakan memperlambat setiap poros detiknya. Hari itu merupakan awal Yuna menginjak masa kelas dua SMA. Kemudian wanita parubaya merangkul serta berbisik pada Yuna.
"Nak, ayo bangun hari ini kamu masuk sekolah"
Dengan kelompak mata yang kian lama kian membuka melihat cahaya langsung menyegrap kedua kelopak matanya. Bergegas Yuna pun bangun dan meninggalkan temapt dimana dia nyenyak disetiap malamnya
.
*Disekolah
"Yuna, hai baru masuk udah datang terlambat. Dasar putri tidur!" (Olok seorang laki-laki yang menatap yuna dengan berbinar-binar)
"Aaah apa si Lo, iihh dasar rese." (Memasang mimik kesal)
"Eh kita sekelas lho, Yun duduk sama gue lah."
"Sekelas sama lo? Duduk bareng Lo? Yang ada nilai gue turun."

     Lelaki itu merupakan teman yang hampir enam tahun bersama Yuna. Raka adalah teman Yuna dari masa SMP dulu. Dia merupakan sosok yang konyol, terkadang sering membuat Yuna kesal, dan sering pula ia menghapus air mata kala Yuna bersedih. Yuna, merupakan seorang gadis yang akan menginjak umur 17 tahun. Ia hidup dikelilingi orang yang mencintainya, mencintainya yang tak pernah beralasan. Baginya perhatian yang diberikan keluarganya tak lumrah, dan ia merasa lebih ke over. Bagaimana tidak, setiap 2-3 jam setiap hari ada saja salah satu orang yang mencintainya bertanya kegiatan apa yang seharian Yuna jalankan. Lalu mereka pun mengingatkan agar selalu minum obat yang sudah dipersiapkan dan disediakan setiap harinya untuk Yuna.


"Yun, salah satu cara membuat orang yang kita cintai bahagia gimana ya?" (Tanya Raka)
"Ha,,,, lo nanya gitu ke gue? Jangankan buat orang bahagia buat gak nyusahin aja gue gak bisa." (Jawab Yuna)
(Menatap mata Yuna dengan lekat) "Apa bisa gue jadi seorang yang nantinya bakal buat orang yang gue cintai bangga dan bahagia kenal gue?"
(Tercengah) "Iih apaan si lo! Setiap orang diciptakan dengan kemampuannya sendiri. Lo bisa ngebuat itu semua, tapi dengan satu prinsip 'Lo gak bakal buat dia kecewa, dengan lo gak buat dia kecewa. Berarti lo dapat mengurangi apa yg tdinya jadi beban dia terus hilang dan bahagia buatnya.
"Tumben bener......!!!" (Tertawa dan berusah lari menghindari Yuna)
(Yuna pun enggan mengejarnya) "Iihhh, lo ngeselin banget si awas lo !!


Kringgg..... kringgg....

Satu pesan masuk ke hp Yuna.
"Nak, jangan capek-capek ya. Minum obatnya tepat waktu -Mama"
Entah perasaan apa yang harus digambarkan Yuna. Antara bahagia atas perhatian yang berlebihan ini atau pun bosan dengan semuanya? Namun Yuna hanya berfikir mereka mencintainya dan khawatir pada daya tahan tubuh Yuna. Ya mereka selalu berucap bahwa obat itu merupakan vitamin untuk daya tahan tubuh. Aneh, yang aneh rasanya mengapa vitamin harus setiap 2 jam diminum? Yuna pun tak ingin menanyakan terlalu dalam, sebab ia tau pasti jawaban yang nantinya akan dijawab ya seperti itu.
Lagi-lagi sesampainya dirumah hp Yuna berbunyi, ia pun menebak pasti itu adalah Raka seorang cowok yang setiap malam menyakan sesuatu atau hanya sekedar bertanya lagi apa dan alesan yang tak logis lainnya. Yuna mengganggapnya wajar, sebab Raka pun selalu cerita mengenai wanita yang kian hari kian membuat Yuna penasaran mengenai wanita incaran Raka. Namun Raka hanya berucap wanita itu adalah teman sekelas kita. Dalam hatinya, Yuna dapat menerka wanita yang dimaksud Raka. Wanita itu bernama Jelita, seorang wanita yang cantik paras dan hatinya seperti namanya.
"Yun, temenin gue yuk. Beli hadiah buat cewek".
"Males aahh, gue gak mood. Buat siapa Jelita? Emang dia ultah apa?Males ah."
"Males apa jelous nih. Tenang nanti lo gue beliin juga tapi bungkusannya dulu."
"Lo beli aja sendiri ya, males banget gue Ka."
"Ayolah Yuna, sekali aja." (Menarik tangan Yuna dan memaksanya untuk menemaninya)
"Iya, iya, tapi janji jangan lama-lama."
"Iya, bawel. Cantik lo ilang deh sewot mulu." (Tersenyum)

    Sesampainya disana, mereka pun melihat dan berupaya menemukan apa yang akan dihadiahkannya. Raka menyerahkan sepenuhnya kepada Yuna, sebab Jelita bukan lah seorang yang gampang untuk diajak menemaninya memberikan hadiah kepada orang yang dicintainya. Dengan waktu yang tidak terlalu lama, Yuna tertarik dengan suatu souvenir yang didalamnya terdapat rangkaian bintang yang berkelip dan bertuliskan nama seseorang. Tanpa banyak bicara Raka pun langsung ke kasir dan membelinya.
Cinta itu, tak dapat dengan mudah terungkap lewat kata, cinta pun sulit dimengerti lewat rasa, terkadang cinta memberikan asa yang nantinya jarang untuk tergapai. Alasan yang sampai saat ini enggan diberitahukan Raka mengenai sosok wanita yang ia cintai kepada Yuna adalah keadaan. Keadaan yang tak memungkinkan untuk terjadi secepat ini. Selain keadaan juga alasan lainnya adalah nyaman dimasa saat terbiasa, yang terkadang kebiasaan terlalu membuat kita nyaman, dan tanpa terpikir suatu saat akan ada waktu dimana yang tak biasa menjadi kebiasaan, dan yang nyaman tak selamnya memberikan rasa aman.

     7 Maret, hari dimana segala rencana tersusun rapi, mulai dari persiapan, kejailan, serta kejutan yang nantinya mengharukan. 3 hari merupakan waktu yang cukup lama merencanakan dan menyelesaikan rencana itu semua. Kini 3 hari itu tepat pada pergantian hari dimana tanggal itu menjadi tepat 10 Maret, seorang gadis yang sedang nyenyaknya tertidur pulas mendapatkankejutan yang tak terduga. Ya, wanita itu terkejut dengan apa yang telah ia terima. Keluarga yang mencintainya, yang selalu khawatir atas setiap rutinitas nya, serta seorang teman yang mungkin sudah pantas disebut sahabat jika diukur dari lamanya ia berteman. Seorang itu ialah Raka. Dalam hatinya Yuna, kejutan luar biasa ketika Raka datang dengan membawa kado dan sekotak kue coklat. Namun disampingnya ada Jelita, seorang wanita yang setiap harinya Raka ceritakan, entah pemikiran apa yang kini merasuk di dalam hati Yuna.

"Selamat ulang tahun sayang, love you Dear." (Ucap Mama, Papa serta Fiqih salah satu kakak yang teramat menyayanginya)
"Happy Birthday Unaa,,, wish nya semoga kamu peka cantik." (Sambil memeluk Yuna dan menyodorkan kado yang Jelita bawa)
"Iya, Makasih Ma, Pa, Kak. Makasih Yuna sayang kalian."
"Jelita, wah kamu ya kejutannya bagus banget. Peka? Peka sama siapa?" (Penasaran)

Lalu dari belakang, Raka datang dengan membawa alat musik Gitar, lalu ia menyanyikan lagu 'Happy Birthday" dan untuk kedua kalinya ia bernyanyi lagu yang dimana mempunyai makna yang paling disukai Yuna, dan itu hanya Rakalah yang tau. Mata Yuna berkaca-kaca entah ekspresi bagaimana yang ia akan gambarkan. Dengan air mata yang kian memupuk dikelopak matanya ia dengan cepat memeluk sahabat yang sampai saat ini sudah enam tahun  menemaninya.

"Raka, makasih buat semuanya. Kejutan yang Lo buat itu bener-bener buat gue bahagia, gak percuma lo nanya gimana cara buat orang yang Lo cintai bahagia. Gue udah bahagia Rakaa, makasih yaa."
"Yun,,,,,? Maksudnya orang yang gue cintai.?" (Jawab Raka)
"Ehh, maaf maaf gue salah ngomong. Maaf Jelita gak seharusnya gue ngomong gitu."
"Jelita? Kenapa lo minta maaf sama Jelita?" (Sahut Raka)
"Bukannya orang yang Lo cinta Jelita, temen sekelas kita?"
"Yun, harusnya kamu lebih bisa memahami Raka. Orang yang dia cintai itu Kamu, kamu Yuna!"(Sambar Jelita)
"Yun,,, wanita yang gue cintai emang temen sekelas kita. Kita yang udah sekelas hampir 6 tahun bersama. Seorang wanita yang cuek nanggepin cerita gue, yang gak pernah ngerti ada diposisi gue. Dan temen sekelas itu adalah Yuna Diandra, itu lo Yun." (Memeluk Yuna)
" Jadi,,,,,,,,,,,,,. Itu Gue? Maaf buat semuanya. Lo kan nyebelin ya jadi gue masa bodo sama cerita lo"
" Yun, ketika kita menemui keadan dimana kita terbiasa dan semua menjadi situasi yang nyaman. Harga yang sesuai membalasnya adalah membuat orang yang dimaksud merasakan sama-sama hal yang membuatnya nyaman." (Kata-kata Raka)
" Ya, ketika gue harus bisa membuat keadaan ini menjadi lebih nyaman. Karena gue pun nyaman denga lo, Rakaa :") "


     Seiring berjalannya waktu, masa-masa SMA telah berlalu hampir dua tahun yang lalu. Kini mereka merasakan namanya bangku perkuliahan, entah suatu kebetulan atau memang sudah rencana. Raka dan Yuna pun sama-sama diterima di Universitas Negeri ternama, dan pada fakultas yang sama pula lah. Hubungan mereka pun masih bertahan sampai saat ini. Raka yang berusaha memberikan kejutan dan kebahagiaan lainnya masih sama seperti Raka yang dulu, namun bedanya kini Yuna kian hari kian memucat, setelah hampir 3 bulan ia lelah dengan obat yang menyuruhnya menelan rutin setiap jamnya. Akhirnya Yuna pun memutuskan untuk tidak lagi meminum obat itu tanpa diketahui keluarganya.

     Poros jarum jam pun masih berputar, memberikan waktu dimana setiap insan membuat sejarah dalam perjalanannya. Sampai ketika Yuna pun harus memberanikan diri pergi kerumah sakit untuk menanyakan keluhan sakit semenjak ia berhenti untuk minum obat. Lalu dokter menanyakan, mengapa tidak diminum obatnya, lalu dokter menyuruh memberitahukan kepada orang tuanya. Dengan cepat, Yuna pun menolak untuk memberitahukan orang tuanya dan siap untuk menerima segala kosekuensi hasil penyakitnya. Lalu Dokter pun memovins Yuna menderita penyakit yang terlahir dengan nama 'Kanker'. Penyakit yang begitu amat banyak memakan korban jiwa. Rapuhnya hati Yuna saat itu, ia menangis menyesali segala segala perjalanan yang tersembunyi.
    Namun jadi selama ini obat yang diberikan  dengan nama vitamin adalah obat kanker penyakit. Yuna pun  memberitahukan penyakit ini kepada Raka, dan keluargnya. Ia akan berkata jujur dan memaknai waktu yang masi ia rasakan untuk membahagiakannya meleati setiap akhir dengan kenangan indah. Rak seorang laki-laki yang teramat terpukul mendengar penyakit yang diderita Yuna. Raka pun berjanji pada drinya sendiri akan memberikan waktu sepenuhnya untuk Yunas, seorang yang termat dicintai dan mencintannya. Sebab sering kali Yuna percaya waktunya tak akan bertahan lama. Dalam hatinya Yuna berucap dan mengungkapkan nya lewat suatu catatn

"Dear, Mama, Papa, Kakak, dan Kamu Raka. 
Aku sangat beruntung. Mempunyai keluarga yang begitu mencintaiku, sahabat-sabat yang selalu ada untukku, dan kamu yang tak pernah meninggalkanku. Jadi bagaimana bisa aku mengeluhkan apa yang terjadi sedangkan aku merasa begitu beruntung? Hari demi hari ku jalani. Kurasakan perbedaan dalam diriku yang amat sangat berbeda. Rambutku yang mulai rontok, wajahku yang pucat, dan kondisiku yang tak seperti dulu lagi. Tapi aku tak begitu memikirkannya. Aku malah memikirkanmu yang tampak berbeda, hingga aku memberanikan diri untuk bertanya. "Kamu kenapa sedih?" lalu kamu menjawabnya dengan nada yang begitu lusuh "Aku sedih karena ngga bisa buat kamu senyum lagi". Ketika mendengarnya, seketika aku tekatkan dalam diriku untuk selalu tersenyum dan kuat. Bukan hanya untuk diriku, tapi untuk dirimu yang sudah menjadi bagian dari hidupku.


Sampai ketika, waktu yang tak bertahan lama itu pun usai. 
Yuna Diandra merupakan kenangan indah yang pernah ada dalam kehidupan Raka, seorang wanita yang teramat kuat menahan penyakitnya dan bertahan dengan penyakitnya itu. Raka dan Yuna merupakan satu kesatuan yang utuh, yang kian kali kerap melewati masalah seberat badai pun mampu ia atasi, namun sayangnya mereka, mereka tak sadar dengan kerikil kecil yang membunuhnya. harusnya kerikil itu malu kepada badai yang besar, badai yang hanyut dan dapat ditenangkan. Bukan kerikil kecil yang tak ada nilainya, namun rupanya ia dapat melengahkan dan mebunuh setiap asa, cerita, dan rasa itu

Created  : Annisa Habibah
Follow: @annisahabibah10
IG      : @AnnisaHab

Mohon maaf banyak kesalahan dlm penulisan dan rada gak nyambung.

"Cinta itu datang lewat mata, dan turun kehati. Makanya jangan terbiasa ada, terbiasa bersama, dan terbiasa segalanya. Sebab awal cintah tumbuh karena terbiasa, lalu ketika cinta mencapai rasa, dan cinta menyatakan asa."
"Peka itu ketika kalian hadir buat seorang yang kalian anggap sudah baik dan mengarah kepada kita. Ketika seseorang memberanikan bercerita mengenai cerita yang orang tak banyak tau berarti dia sudah percaya bahwa kita adalah tempat yang nyaman untuk mencurahkan segala curahan hatinya."

Thank For reading Friend :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...