Langsung ke konten utama

Eskul Ku

Semasa SD, aku adalah seorang yang terbilang pemalu. Merupakan seseorang yang takut untuk ditinggal pergi seorang Ibu, aku bukanah seseorang yang dimasa sd nya begitu rame, bagi ku ketika SD ku dulu aku hanya berteman dengan mereka yang entah mengapa begitu memikat ku. Tak pernah rasanya di SD dulu aku tenggelam dari hal keramaian, megikuti keaktivan dikelas mau pun di luar kelas. Sosok yang termat pendiam, dan takut itulah aku.
Hingga waktu pun berubah, masa SD telah aku tinggal 3 tahun yang lalu, masa-masa putih biru ku. Masa putih biru, ya,,, masa SMP. Sekolah yang kini menjadi sekolah yang kubanggakan pernah menjadi siswi disana, sekolah itu "SMP Negeri 97" . Entah ingatan ku kembali kemasa-masa aku masuk smp, yang dimana ketika itu harus berkenalan dan memilih eskul. Bagi ku diri ku enggan untuk mengikuti eskul, bertemu banyak orang, dan segelitiran cerita tak enak lainnya sudah terbayang di pikiran ku. Namun rupanya akhirnya aku jatuh hati, ya, seketika seseorang itu memaksa diri ku untuk harus mengenalnya, mengetahui tentangnya, bahkan mengenal sosoknya. Sampai ketika aku pun ikut dalam ekstrakurikuler ROHIS, alasan ku mungkin bukan alasan seperti anggota rohis lainnya, saat itu yang aku tau aku hanya ingin mengenal seorang sosok yang membuat ku penasaran, dan mungkin aku pun hanya ikut-ikutan teman sekelas ku. Rohis, PMR, dan Pramuka, bukanlah eskul yang benar-benar aku pilih atas dasar pilihan diri sendiri, semua itu mungkin karna paksaan orang lain, dan murni karna pramuka eskul wajib disekolah. Namun rupanya keadaan merubahnya, merubah itu semua, entah magnet yang mana yang berhasil mendekatkan ku dengan ketiga eskul tersebut. Telah terbuai aku didalamnya, telah begitu asik diri ku dibuatnya, dan kini ketiga eskul itu kian melekat didiri ku. Ya, alasan-alasan yang awal sekali bukan alasan yang logis dan bagus untuk menjadi suatu alasan, namun kini alasan itu berubah.

Akhirnya kini aku pun bisa mempunyai alasan yang jelas, aku pun bisa bangga karena aku bisa menjadi salah satu anggota dari ketiga eskul tersebut. Rohis, PMR, Pramuka, mungkin bukanlah eskul yang tersohor di dalam sekolah ku, namun kebanggaan tersendiri bagi ku, bisa menjadi anggota dan ikut serta belajar, dan ada didalam ketiga eskul tersebut. Karena di rohis, aku menemukan banyak orang-orang yang menginspirasi, ketika dahulu aku merupakan seorang yang teramat cuek dengan ibadah, bahkan cuek dengan tanggapan apa pun. Nmun di rohis, aku mengerti, aku diajarkan untuk menjadi lebih baik, untuk menjadi seseorang wanita yang teramat berharga, untuk menjadi sosok yang bermanfaat untuk orang lain, dan untuk menjadi diri sendiri yang dekat oleh pencipta-Nya. Dahulu, aku juga membanggakan rambut lurus, panjang, dan hitam layaknya iklan shampo di tv, itu alasan aku mempunyai rambut panjang. Namun ketika waktu pun berubah, aku diperkenalkan dengan jilbab, ya perintah dari diri-Nya untuk seseorang wanita dalam agama ku. Wanita, merupakan seseorang yang teramat berharga kehormatan serta kedudukannya dalam islam. Lalu, Allah rupanya memiliki cara tersendiri, rupanya lewat sosok seseorang yang aku kagumi itu aku bisa masuk di rohis. Rupanya lewat rohislah aku dipertemukan dengan orang-orang hebat yang sampai saat ini masih ku banggakan hadirnya, masih ku idam-idamkan tutur dan perilakunya. Seketika aku pun mengerti atas perinta islam untuk menyuruh wanita memakai kerudung. Setelah banyak kisah dan cerita yang kakak hebat rohis itu tuturkan, hati ku tergugah, begitu mulianya wanita dalam islam. Pada akhirnya lagi-lagi aku bersyukur telah ditemukan orang-orang hebat seperti mereka. Mereka-mereka orang hebat itu adalah Kak Sarah, Umi Sari, dan Kak Hadi. Terima Kasih telah mengajarkan arti yang lebih bermakna selama ini, bangga dan bahagia pernah kenal dengan kalian :).

PMR, eskul ke-dua dengan alasan yang sama aku masuk di eskul ini. Namun lambad laut, kesukaran itu hilang. Aku menemukan arti teman yang saling menolong, ketika aku bahagia dan belajar menjadi sosok wakil dalam organisasi ini. Pmr, eskul yang mungkin jarang juga pemintanya, namun aku rasa lagi-lagi aku bangga karena aku, karena aku adalah salah satu orang yang terbaik dan terpilih masuk dalam eskul ini. Terbaik bukan kalau dengan kemauan dan tekad aku masuk eskul ini, coba mereka yang disana mungkin mereka hanya mencari kepopularitasannya, bukan untuk mencari apa yang sebenarnya mereka butuhkan. "Jika ada 100 orang yang terbaik saya pastikan saya masuk kedalam hitungan itu, namun jika hanya tersisa satu yang terbaik,. Saya patikan itu saya." Terbaik bukan namanya, jika yang lain sudah memilih mundur, namun kita, kita masih berjuang untuk mempertahankan dan berdiri. Ya begitu lah, ketika kita masih bertahan dengan tekad dan semangat kita berarti sudah menjadi yang terbaik dibanding mereka yang memilih mundur dan keluar. PMR juga banyak mengajarkan ku aarti solidaritas, arti saling tolong menolong, dan kemanusian. Setiap orang yang bertemu dan membekaskan kesan untuk ku, mereka-mereka adalah orang hebat bagi ku. Hebat !!! Iya hebat dengan segala cara dan ajaran yang mereka berikan terhadap ku, aku selalu ingin rasanya membuatnya betah dan tak ingin ia pindah bahkan enggan untuk mengajar lagi. Karena beliau adalah orang terpilih, yang mengajar dan memberikan kami ilmu. Berarti itu adalah kesan dan cerita tersendiri lewat dirinya.

Pramuka, eskul yang wajib hadir dan ikut didalamnya. Awal-awal mungkin membosan kan, namun ketika kita sudah menemukan titik dimana kita bisa merasa nyaman dan disana lah kita akan menemukan hal yang kita sukai. ya kita harus membuatnya suka dulu, lalu dengan kita bisa belajar suka berarti kita mampu mencintainnya, dan ketika kita sudah mencintainnya, kita kini berada di masa dan titik nyaman itu. Lalu ketika kita hampir enggan dan memilih pergi ada saja hal yang menganjal, berarti itu kita sudah mencintainnya.

Ya,, sukai, lalu cintai dan disanalah kita menemukan titik nyaman. Ketika kita suah mencintai sesuatu yang yang niatan tadinya kita ingin berakhir, pindah, bahkan untuk mengakhir semuanya. Pasti terdapat tarikan, kita udah nyaman dan mencintainnya jadi susah buat untuk menyudahi segalanya.
Begitu lah perjalanan, mengahadirkan beribu pertanyaan yang entah akan dijawab lewat cara yang mana, lewat siapa bahkan lewat apa. Semua menjadi teka-teki, lalu buatlah apa yang kamu benci, apa yang tadinya kamu tidak suka, dan apa yang tadinya begitu sulit untuk kamu pahami. Coblah untuk respect, untuk sekedar mengenalinya, lalu usahakan sukailah meski memang teramat sulit kadang-kadang, Tapi sesuatu yang teramat dibenci, dijauhi bahkan di hindari terkadang terdapat manfaat yang begitu besar, cara yang begitu membahagiakan, bahkan semua menjadi termat berharga dan disayangkan kepergiannya.

Intinya bangga bisa menjadi anggota dan ikut serta dalam masa-masa dimana aku pernah menangis didepan umum, pernah tertawa bahagia atas hasil yang diperjuangkan oleh ku dan itu menjadi hasil yang nyata. Lalu pernah memiliki rasa tersendiri mengenaalnya, memahmi setiap waktu bersamanya.

Salam untuk kalian orang-orang yang selalu ku rindu hadirnya, selalu ku ingin mendengar tutur katanya, dan selalu ku banggakan sosoknya. :)
Bangga dan bahagia bisa mengenal kalian
Salam dari diri ku yang mengangumi mu
-Annisa Habibah



*Kalo ada salah penulisan atau salah pemahaman, mohon maklum ya gak diedit lagi soalnya. Hehehe banyak banget kekurangnnya, cuma mengeskpresikannya mencoba buat ditulis dan dicerita ya jadi ambil positifnya aja ya.
Terima Kasih banyak Teman :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...