Langsung ke konten utama

Perantara-Nya

Jika melihat perjalanan sebelumnya, aku kecil merupakan seorang gadis manja, menjadi kesayangan keluarganya. Gadis kecil yang tidak bisa apa-apa sendiri, cengeng dan lemah, yaa hanya tumbuh di lingkungan seperti pada umumnya. Mengaji di masjid dekat rumah, menghafal rukun islam dan rukun iman sebatas pelajaran agama di sekolah. Siklus pendidikan yang berjalan normal, wajib belajar sembilan tahun, dan syukurnya bisa sampai lulus SMK. Ternyata dari aku yang kecil sampai menjelang remaja, bekal ilmu agama hanya sebatas pada pelajaran agama dan tambahan organisasi keislaman yang ada di sekolah. Kalau aku yang sekarang bisa ngomong sama aku kecil, rasanya mau bilang "Kamu dulu sangat menjengkelkan ya, ga berusaha lebih, buat belajar agama yang benar!"

Manusia seringnya sok tau, mencela takdir-Nya tapi ga berusaha mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dulu aku mempertanyakan banyak hal 'kenapa' pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kenapa setelah lulus SMK ga langsung diterima PTN, kenapa ini dan itu. Sampai akhirnya, alhamdulillah Allah kasih kesempatan buat aku menjadi mahasiswi salah satu kampus di Jakarta. Mahasiswi dengan jurusan yang aku sendiri tidak pernah pelajari sebelumnya, jurusan bahasa Arab. Namun dari sanalah aku dipertemukan dengan berbagai kenikmatan. Seorang dengan latar pendidikan sekolah negeri dan agama yang pas-pasan dipertemukan dengan teman-teman yang masyaAllah. Aku masih ingat, awal aku mengenalnya, seorang wanita dengan pakaian syar'i dan begitu cerdas belajar bahasa Arab, ada rasa malu, saat tau ternyata kita satu kampus dan dia dari jurusan umum. Ga cuma sampai situ, aku juga masih ingat saat keluar kelas, teman ku memberikan buku saku, judulnya dzikir pagi dan petang. Aneh aja si, kok bisa-bisanya dikasih buku dzikir, semenjak itu jadi cari tau lagi tentang agama yang sesuai Al Qur'an dan As Sunnah, ditambah satu dua temen juga ngasih tau dan ngejelasin apa yang seringnya diri tanyakan. Mau bilang makasih buat teman-teman yang udah jadi perantara-Nya. Jazaakumullahu khayran, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu menjaga dan memudahkan urusan kalian yaa.

Alhamdulillaahil-ladzii bini’matihi tatimmush-saalihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Sampai ketika, gadis kecil tadi menemukan cahaya sunnah sendirian ditengah-tengah keluarganya yang awam. Semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan kepada gadis kecil itu. Ia seringkali lemah, hampir ia terlihat ingin berbalik arah, semoga Allah mengistiqomahkan gadis kecil lemah itu di atas sunnah sampai ia kembali menemui Rabb nya aamiin allahumma aamiin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...