Langsung ke konten utama

H-3 UJIAN NASIONAL

Assalamu'alaikum, Wr. Wb

Apa kabar kalian yang dirundung kerinduan dengan UN?
Sudah lama rupanya jemari ini tidak lagi menari diatas keyboard, pagi ini awan terlihat mendung ia hilir mudik tersapu angin. Aku suka dengan satu prosa, katanya rindu itu berat. Meninggalkan itu sakit, dan bangkit itu sulit. Aku kira waktu begitu lambat menjerat aku dalam kepingan kenangan. Esok akan ku temui hari dimana teori ku dalam belajar diuji. Ujian Nasional untuk yang ketiga kalinya ini aku merasa sangat berbeda. Ini adalah Ujian Nasional terakhir selama aku duduk dibangku sekolah yang berseragam.

Jika rindu sebaiknya bertemu, berarti kalau ujian kuncinya belajar.
Dua belas tahun bukan seharusnya sudah tidak perlu lagi belajar, namun sebaik-baiknya seseorang adalah ia yang terus selalu ingin belajar. Berbagai strategi aku lakukan, terima kasih Tuhan Kau menghadirkan saya ke lingkup teman-teman yang tak lelah berjuang. Setiap orang punya kelebihan dan kemampuan tersendiri dalam belajar, mungkin aku lemah dihafalan namun begitu bersemangat dalam hitungan. Mungkin sahabat ku sulit dalam perhitungan, sehingga ia begitu faseh dalam hafalan. Selama Ujian Nasional, tingkatkan kejujuran meski mungkin pasti kau mengira saya pun belum tentu jujur. Setidaknya hadirkan rasa bersalah dan menyesal, untuk itu jika penuh kejujuran tidak mampu, minimalisirkanlah kebohongan.

=================================

Gaesss,,,
Berhubung mau deket-deket UN. Banyak sekolah yang menyelenggarakan doa bersama atau biasa disebut istighosah atau muhasabah diri atau kalo anak anak kelasan gua bilang ajang "nangis-nangisan". Apa banget coba disebut ajang nangis nangisan, but itu pendapat masing-masing si. Tapi menurut gua muhasabah diri itu penting, manusia ga luput dari kesalahan, salah sama guru, ngeledek temen berbagai kesalahan pasti pernah kita lakuin. Jadi patutlah kalian bermaaf-maafan yassikkk:v . Ajang yang kaya gitu menurut gua ajang dimana yang eksis pamer sosial media, yang caper pencitraan, yang cuek bebek makin masa bodo, dan beberapa yang tersisa adalah dia yang fokus dan dapat menghargai diri sendiri. Nih yaa katanya pepatah lama bilang kalo mau dihargai cobalah menghargai orang lain. Jadi menurut gua perihal kecil untuk menghargai diri sendiri adalah dengan menghargai hal-hal penting yang justru banyak disepelekan. Tapi temen temen gua semoga masuk kedalam murid-murid yang patuh sama guru dan berakhlak baik yang dapat menghargai orang lain aamiin. Eh iya balik lagi ke ajang nangis-nangisan. Percaya ga percaya, dari muhasabah tersebut timbulah golongan golongan yang nangis kejer, ketawa cekikikan, atau b aja. Gua masuk dikategori yang gampang nangis, apalagi kalo pemotivator udah pake bahasa alien. Sebenernya inti dari muhasabah sendiri bukan terpusat ke nangis-nangisan. Kalo cuma nangis-nangisan gampang aja buat yang caper pencitraan. Toh pencitraan buat apa? Ga ada untungnya, atau kalo nangis kejer disekolah eh pas pulang malah ngelakuin hal yang sebaliknya sama ditangisin pagi. Sama aja kan? Lebih baik kita intropeksi, hasil yang didapat dari muhasabah itu sendiri adalah untuk mengingat kesalahan dan memperbaiki diri lagi, intinya seberapa positif perubahan itu terjadi di diri kita. Bukan seberapa kejer nangis itu terdengar.

==============================

Banyak yang ingin aku kisahkan, begitu banyak cerita yang ingin aku sampaikan. Muak rasanya hanyan mengumpulkan kata dalam pikiran. Namun waktu mempertemukan dan memisahkan segalanya. Engga deng, ini karena nulisnya pagi-pagi dan harusnya paham kalo nulis ga cuma butuh 20 sampai 30 menitan, jadinya harus pamit.

Semangat gaess, semangat kiddos!!!
Keep Hamasah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...