Langsung ke konten utama

Tercatat!

Tercatat!!!

Banyak hal menarik dari sekian kesempatan hebat dari sebuah makna bernamakan "SAHABAT". Entah dari ribuan orang bahkan mungkin jutaan yang berlalu lalang dalam hadapan, hati menanyakan "Mengapa harus engkau yang didatangkan?" Mungkin Tuhan punya rencana lain, untuk menghadirkan yang kala itu kamu adalah orang asing, kini tercatat untuk ku bahwa kesempatan hebat dan waktu menarik ku lewati bersama mu. Tahu kah kau? Mungkin aku yang begitu beruntung, dipertemukan dengan seorang yang hebat dari sekian penyeleksian yang ketat. Hebat, menurut ku sahabat ku adalah seorang yang hebat. Kemarin sepertinya waktu mengajarkan kami untuk melangkah dengan sasaran dan langkah tepat, sampai ketika langkah terakhir kita, mempertemukan langkah hebat mu dengan langkah tepat ku. Segala proses dan kesempatan dibuat semenarik mungkin, karena apa? Karena kau berharga untuk ku, entah mungkin aku akan menjadi gengsi dihadapan mu. Mengakui bahwa di dekat mu adalah waktu yang membahagiakan, dan apabila kamu menjauh malu rasanya mengakui bahwa aku merindu. Tak cukup rasanya satu hari dua puluh empat jam bila aku dan kamu saling mengukir cerita bertanya kabar mengnai asa, entah banyak sekali rasa yang mewarnai segala rupa. Rupa yang menjadi wadah untuk kita saling bersapa, menanyakan banyak hal menarik, unik, dan begitu menarik. Tak lelah rasanya jemari menari'kan lentik gerakannya dalam setiap pena yang disampaikan dengan media tercantik. Jemari ku mungkin tak akan pernah bosan, menyambungkan setiap huruf demi huruf agar menjadi suatu rentetan paragraf yang begitu asik. Tercatat, dalam setiap lembar kertas ku entah itu yang bercirikan warna atau mungkin ukiran indah semua merangkul mengenai peristiwa rentetan perjalanan proses pertemuan langkah tepat dengan seorang yang hebat. Apa kamu tau waktu? Waktu yang mempertemukan langkah tepat dengan orang hebat itu, yaa orang itu tepat kini membaca tulisan ku. Siapa pun kamu, aku percaya langkah tepat telah mengharuskan langkah ku untuk menemui kamu. Proses hebat itu selalu ku tanyakan, mengapa harus kamu? Sampai pada akhirnya aku menanyakan sosok "Kamu" yang dahulu ku pertanyakan kini harus ku relakan, ya aku mengerti telah tepat langkah kaki ku sampai pada akhirnya tepat bertemu dengan mu. Kesadaran ku bermula, ketika memang kamu lah orang hebat sampai pada akhirnya ujian terberat adalah melepas kehadiran seseorang yang kita sayangi, untuk sekedar diuji oleh-Nya lalu dijawablah semua-semua pertanyaan "Mengapa harus engkau yang didatangkan?" Rupanyaa pertanyaan itu terjawab "Karena kamu akan mengerti ketika orang hebat nan kau sayangi perlahan pergi, dan disanalah arti orang asing yang dahulu kau pertanyakan. Kini akan menjadi seorang yang kau rindu, kau sanjung kesempuranaannya, kau rendahkan segala pribadi mu didepannya, lalu kau lengkapi setiap perjalanan langkah tepatnya." Begitu jawabannya. Tercatat!!! sedari tepat detik lalu kita dipertemukan, aku mensyukuri sosok hebat yang dipertemukan dari hasil kedua langkah yang tepat. Terima Kasih, telah menjadi seorang hebat itu yang dipertemukan oleh-Nya.

Wassalam.

_Annisa Habibah_
Annhab.
@annisahabibah10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Karena ku punya semua mimpi yang tak semudah itu kau Lenyapkan"

Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu?  Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...

Catatan Rumah Tangga #2

  "Jangan biarkan masalah itu terdengar keluar dari pintu kamar kita. Biarkan dia menemui titik selesainya di dalam saja" Selain sabar dan shalat, kunci selanjutnya yang perlu kau pegang adalah jujur dan percaya. Sama halnya dalam rumah tangga, laki-laki yang kau pilih untuk menjadi imammu itu adalah orang asing yang hadirnya kini dibebani pada seluruh kebaikan atau keburukan istrinya kelak. Orang asing yang padanya kau merasa yakin, ada satu perasaan yang berbeda, entah dideskripsikan seperti apa. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang selalu menjanjikan aspalnya mulus, akan banyak kau temui jalan yang berkelok, tanjakan yang curam, turunan yang perlu banyak perhatian dan pengendalian. Kau harus percaya bahwa atas izin Allah, kau berada bersama dengan orang yang tepat.  Tidak ada kepala yang indah dengan berjuta variasi warna rambut. Hitam atau putih adalah dua pilihan mutlak yang tidak bisa dicederai. Jangan biarkan orang lain berpendapat tentang berbagai warna yang cocok ...

Maret

[ 69/365] Hai aku kecil, apa kabar? aku kecil, pernahkah dulu kita membayangkan akan sampai pada hari ini? Aku masih mengingat mimpi masa kecilku– menjadi dokter, aku rasa itu bukan mimpi anak kecil pada umumnya. Oh iya, aku juga ingat terakhir, belum lama, ketika lulus sekolah kemudian melamar kerja lalu ditanya, "Lima tahun kedepan kamu akan menjadi seperti apa?" Lalu aku jawab dengan penuh semangat tanpa tau lagi, kalau realitanya seperti ini. Kataku, "Aku ingin punya sekolah, mau buka usaha ini dan itu, menulis buku a sampai z dan masih banyak lagi!" Seiring berjalannya waktu dan aku bertumbuh dewasa, mimpi-mimpiku dibentuk sekitar untuk lebih realis dan sadar akan takdirNya. Hai aku kecil, kalau kamu tau aku yang sekarang tidak lebih baik dari beberapa tahun belakangan ini, apa yang akan kamu katakan? Pasti, kamu mau tunjuk-tunjuk sambil bilang, dulu mimpimu banyak, tapi sekarang kok belum ada yang tercapai? Kamu juga pasti marah aku kecil, kalau sudah dewasa g...