Kita bertemu, pada suatu waktu yang dahulu kau dan aku begitu asing. Aku tampak aneh melihat mu, kau pun begitu pada ku. Sampai ketika kini kita saling mengenal, kita saling membicarakam banyak, kita menertawakan hal yang sama. Bukankah menarik? Membicarakan banyak hal, sampai ketika kita asik dalam sebuah pertemanan. Kemudian, pernah sekali waktu kau tak mengabarkan ku, kau tak menanyakan kabar ku, bahkan tak jarang kini kau tak mengchat hanya sekadar bbm atau line. Ku kira aku salah menilai mu, rupanya memang kau baik kepada semua orang. Tak seperti yang ku maksud, yang ku kira kau mespeliaskan ku. Hahaha, berlebihan bukan angan ku? Memang nyatanya kau baik terhadap semua orang, kau yang baik terhadap ku mampu membius ku untuk mengatakan rindu. Bagaiman dengan orang lain yang menerima kebaikan yang sama dari mu seperti ku? Apa mereka juga akan merasakan perasaan yang sama seperti ku?. Selalu sulit membedakan mana yang seutuhnya untuk ku dan mana seutkunya rata kau berikan pada ku. Tapi, tak lama kemudian kau mengabarkan ku, menanyakan kabar ku selama kau tak menanyakan lagi. Menanyakan siapa yang ada dalam piliran mu selama dia pergi?. Rupanya ia bercerita "Kita tak perlu tau siapa orang yang berpura-pura menyayangi kita, memberikan perasaan yang tulus untuk kita. Kita hanya perlu usaha kecil, yaa, usaha untuk menguji apakah ia merasakan kehilangan ketika perasaan nyaman yang terbiasa ia terima hilang. Menguji seberapa lama ia bertahan sendirian, meski dilingkungannya banyak sekali orang yang serta merta ikut menguji untuk meninggalkan rasa nyaman itu." Begitu katanya, lalu aku baru menyadari. Orang lain akan merasa dirinya dibutuhkan jika kita hanya menginginkan sesuatu, tapi tidak menanyakan 'Apa yang kau ingin kan?' Kita hanya terus merengek dan meminta apa yang kita inginkan, meminta seseorang untuk seperti yang kita mau, tetapi kita sendiri tak bisa menjadi seperti yang ia mau. Egois bukan?. Tapi ketika orang yang menyayangi kita melakukan hal yang tulus, kita saling mengusahakannya. Kamu, kita menertawakan hal yang sama, membicarakan banyak hal, bahkan kita sama sama dia, padahal kita menautkan perasaan yang sama. Tapi kau selalu bijak, menanyakan bagaimana perasan ku dengan mu? Kamu terkesan, yang menyadarkan ku bahwa 'Ketika aku ingin mencari seorang yang sempurna. Aku akan kehilangan seorang yang terbaik.' Ketika aku mengejar seorang yang aku inginkan, maka seorang yang selalu ada saat ikut mengejar mu akan lelah. Lelah menunggu mu, lelah untuk ikut mengejar apa yang kau mau.
6 juli 2015
Annisa habibah
Msd :)
Komentar
Posting Komentar