"Berikutnya, melangkahlah untuk selanjutnya" Begitu katanya, dia yang masih pada kewibawaannya menegur ku. Iya, menasehati ku, katanya seperti ini. "Aku manusia, antara aku dengan kamu sama-sama memakan nasi. Hanya saja yang membedakan kamu seorang wanita, sedang aku seorang laki-laki. Aku bisa? Kenapa kamu tidak?" Entah mungkin rintihan lelah lemah ku terdengar sampai ketelinganya. Dia memang sosok yang kerap kali menasihati ku, gayanya memang cuek namun tiap waktu bersamanya adalah kebahagian tersendiri. Yess. I d'nt like him, but I am very happy near him. It's so funny.
Berikutnya, iya dia merubah presepsi ku mengenai kejauhan, mengenai cara pandang seseorang. Berikutnya, selalu diajarkan darinya tentang bagaimana menanggapi orang lain, bagaimana meluapkan emosi secara bahagia.
Dia sangat menjadi sosok yang selalu ku pertanyakan? Entah ku pertanyakan untuk apa, untuk sebuah alasan pun aku tak punya. Sudah, berikutnya adalah tetap menjadi dan selalu pertanyakan dia. Berikutnya tetap jadi menjadi sosok yang setia dengan kewibawaannya. Dia pandai berbincang, tutur santunya membuat hal biasa tampak jauh sempurna. Kau tau orangny????
Bismillah,,, Langkah hebat dengan pencapaian yang menyayat ini sungguh begitu meletihkan. Tuhan, bisakah kau mundurkan waktu ku? Agar aku bisa memilih dan memilah bagaimana hasil dari keputusan mu? Bolehkah ku meminta agar aku berkhayal dan mengatur sesuka ku? Jika kau menjawab itu semua dengan suatu dampratan, tolong buat tamparan itu kian mematikan. Agar aku pun bisa bercermin sejauh mana jiwa ini berjuang, sejauh mana langkah ini terus menerjang jalan yang begitu terjal, agar aku bisa mengakhirinya dalam proses terhormat dengan sebuah tamparan yang mematikan. Kau pun menjawab semuanya Rabb, Kau tampar aku sedemikian dahsyat sampai akhirnya asa ini mulai terkikis, Kau pun dengan tega'nya mengatur seperti apa mau mu, kian hati ini melulu menyalahkan-Mu, tak mempercayai bahwa diri ini mampu terbawa sepeti mau ku sesuai dengan khendak-Mu. Rupanya pemikiran ku terlalu dangkal, angan ku terlalu cetek dan penilaian tentang diri ku pun belum dapat ku mengerti. Sampai akhirnya aku me...
Komentar
Posting Komentar