Teman, Sahabat, Keluarga
Rintiknya hujan memaksa ku untuk menari melihatkan kebolehan sang jemari, suasana sejuk ini menyuruh ku untuk menggalih segala kenangan indah, namun sayangnya kenangan di lembar itu sudah ku tinggal beberapa minggu ini. Tetapi, dari balik lemari itu ada suara yang begitu kencang sampai aku menoleh dibuatnya, rupanya lembar itu menyuruh ku untuk membuka kembali kenangan yang beberapa minggu lalu ku biarkan.
Entah harus memulai dari mana, aku menceritakan sambil mengingat kenangan kita. Banyak gambaran yang menarik untuk diperlihatkan, banyak cerita lucu nan berkesan yang mungkin tak cukup jika ku rangkum. Semua berkisah dari kelas yang ada diujung sana, yang tak terlihat seperti kelas pada umumnya. Kelas yang hanya mempunyai satu daun pintu, disini tak akan aku ceritakan segala apa yang membuatnya tak nyaman ada di dalam sana, bagi kami semua kepenatan itu telah tertutupi dengan suku duka dari kalian.
Entah harus memulai dari mana, aku menceritakan sambil mengingat kenangan kita. Banyak gambaran yang menarik untuk diperlihatkan, banyak cerita lucu nan berkesan yang mungkin tak cukup jika ku rangkum. Semua berkisah dari kelas yang ada diujung sana, yang tak terlihat seperti kelas pada umumnya. Kelas yang hanya mempunyai satu daun pintu, disini tak akan aku ceritakan segala apa yang membuatnya tak nyaman ada di dalam sana, bagi kami semua kepenatan itu telah tertutupi dengan suku duka dari kalian.
Kelas itu adalah 9G, @Gfams_9.
Aku bukanlah satu-satunya murid yang bangga masuk kelas ini, aku rasa mereka 32 lainnya merasa bangga, bahagia, dan jika pun harus kecewa mungkin itu hanyalah bumbu pelengkapanya yang hanya secuil dicampurkan. Kami memiliki rasa yang sama awalnya, karena kami sudah membayangkan segala keseriusan yang ada diwajahnya, namun waktu pun tak mungkin hanya berdiam, berputar-putar disana. Waktu terus berjalan, sampai terasa hingga kini.
Sampai ku temui arti teman, mereka yang selalu mengabarkan hal yang mungkin memang kecil namun besar manfaatnya jika kurasakan, mereka berbaur bersama. Ku temukan 4 orang yang mungkin hingga kini hatinya masih bersatu, dan mereka adalah "Bolaskimut" geng rame, berisik, namun selalu ada tawa didalamnya, selalu mengajarkan arti mimpi dan persahabat yang mungkin tersirat, namun itulah mereka, yang akan sukses dengan caranya, dan tak hanya mereka yang menghidupkan susana kelas, namun banyak mereka anak cewek yang super kece dengan dance nya, mereka yang memaknainya dengan drama, mereka yang kompak dengan teriakan serta taguihannya, bahkan ada mereka yang selalu bertiga, dan mereka pun cowok-cowok yang luar biasa dengan caranya masing-masing.
Aku terlalu memperlihatkan suka dan bahagia sampai tak terpikir oleh ku duka kala perjuangan menghampiri, bukan duka juga namanya, mungkin inilah pelengkapnya, kami sering mengeluh kala tugas dan pr menanti, kala perjalanan, tenaga, dan uang harus direlakan berpindah ditangan lainnya, manusiawi berfikir seperti itu, karena kami sama seperti mereka yang mengeluh dihadapkan dengan tugas dan pr. Namun, itu merupakan kewajiban bukan, tak mungkin kami meninggalkan dan menyepelekannya gitu saja.
Teman, sahabat, dan keluarga yang kutemui di 9G, kelas yang awalnya diperbincangkan banyak orang, ah itu hanya angin yang berlalu, lupakan, dan toh kini perbincangan itu tak santer dibuatnya. Kami bersyukur mempunyai wali kelas yang sangat amat baik dan perhatian, beliau adalah "Pak Mulyadi" guru, wali kelas, serta bapak yang perhatian untuk kami.
Banyak kesan dan memori indah lainnya, dan itu dari ku, banyak kesan yang menarik yang tentu berbeda menurut ku, teman-teman ku, dan wali kelas ku. Inilah teman, sahabat dan keluarga ku di akhir SMP ku :)
Komentar
Posting Komentar