Langsung ke konten utama

Postingan

PAINED

PAINED. Jika tertusuk duri itu menyakitkan, cabut durinya lalu obati lukanya. Sama halnya dengan “Rasa Sakit” layaknya duri apabila kita hanya melihat dan menyadari begitu dalamnya duri itu menusuk, kita akan terus menerus tersiksa dengan kesakitannya yang membekas. Pun sebaliknya, apabila rasa sakit itu adalah duri, maka biarlah duri itu melukai, kemudian cabutlah ia yag tidak pada tempatnya, bersihkan, serta biarkan obat mengalir untuk menyembuhkannya. Karena rasa sakit itu layaknya sebuah luka, yang apabila kita terus menerus membukanya justru akan menjadi bibit luka baru. Suatu waktu, belum lama ini. Saya bahkan menyaksikan sendiri, betapa bodohnya seorang wanita berlarut-larut menyesali semua keadaan yang telah terjadi. Wanita itu layaknya seseorang yang tak lagi mengenal kata ‘damai’ jangankan untuk berdamai dengan keadaannya. Untuk berdamai dengan hatinya pun gagal, dia teramat begitu menyesali semua kejadian yang membawanya kian hari kian lesuh dan tak lagi ‘dia’ yang ...

Retak

............................. "Jika perempuan bisa setia dengan satu laki-laki. Mengapa laki-laki tak bisa setia, cukup dengan satu perempuan"-Unknw           Nama ku Arini, usia ku kini beranjak 19 tahun. Genap sudah satu dekade aku kehilangan peluk hangat ayah, setelah itu hidup ku terasa merpati yang kehilangan satu sayap indahnya. Bagaimana bisa seekor merpati akan terbang, jika satu sayapnya hilang. Bukan hilang karena tak tampak jasadnya, melainkan hilang karena satu sayap gagal berfungsi dengan baik. Sayap yang apabila dipaksakan terbang akan semakin membukakan luka, perih pedih nelangsa.           Jika merpati bisa setia dengan pasangannya, mengapa anda tak mampu setia dengan pilihan yang anda pilih. Semua keadaan begitu baik, namun seketika berubah setelah ada figur baru yang datang menerobos tanpa malu-malu. Tidak ada yang mempersilakannya masuk, dengan seenaknya kau tabrak pe...

Sajak untuk mu

Kehilangan. Jika sakit ini masih berangsur-angsur jangan tanya karena apa? Karena saat aku minta kamu untuk kembali Kamu tak kunjung hadir menemui ku lagi. Kamu tak berkabar lagi? Mungkin kamu dendam, saat aku ditanyakan dan aku tak berkabar. Kini aku kian sering menanyakan mu. Tapi tanggap mu diam, hanya melihat semua keadaan dari kejauhan. Mana kamu? Berkata dan menginginkan sesuatu yang diprioritaskan. Nyatanya kamu tidak memperioritaskan. Aku merindukan mu. Namun mungkin kau merindu, justru kau mendoakan ku dari jauh. Silakan. Hadir lagi dalam mimpi ku. Terkenang. Saat pertemuan dengan mu, ku menaruh hati entah karena apa. Kita mengenal menjadi teman sepermainan. Ingatkah kamu tentang wajah lugu? Seorang laki-laki yang menanyakan “Bagaimana jalan untuk pulang?” Tapi tidak untuk sekarang. Semua keadaan merubah segalanya. Keadaan tampak lebih baik saat kamu dan aku menjadi teman. Namun berubah pula. ...

Kecewa ; Kehilangan

She said : “You still writing ,right?” “For now, don’t. Because I was disappointed”. “Why?” Karena saya kecewa.        Pertemuan dengan seseorang itu takdir, mengenal dan menjadi sahabatnya itu pilihan, tapi untuk selanjutnya jatuh hati kepadanya adalah diluar kemampuan.-Unknw. Waktu, tak ada seorang pun yang mampu menghentikan atau memajukan. Ia tak pernah peduli akan seberapa ganas dan akan menjadi seberapa benci orang yang dihantamnya. Waktu bisa merebut apapun yang dia pinta kapan pun dan dimana pun. Kamu misalnya. Dia tak bisa menahan dan mencegah sesuatu yang takdirnya memang harus pergi. Dan perlahan semua keadaan menjadikan dirinya tertinggal seorang diri. Siapa dia? Seorang yang tidak sedikit pun mempunyai kemampuan untuk mencegah atau menahan waktu untuk berhenti kemudian mengubah pandangan tentang “kepergiannya”. Kehilangan, bukan hanya sekedar terputus untuk bertatap muka, bukan pula semudah kala rindu melanda lalu bertemu, tidak! ...

Terima Kasih Pi

“Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu. Desah angin meniupkan namamu, tubuh ku terpaku. Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu, tabur bintang serupa kilau auramu.” ……………………  Assalamu’alaikum. Apa kabar, sosok yang udah sebulan nempatin syurga-Nya Allah. Ketemu lagi di tanggal tujuh. Tanggal dimana semua rencana gua bertumpuan ditanggal tersebut. TUJUH MEI. Yaps, flashback kebelakang. Tanggal dimana rencana gua dan anak-anak osis buat ngelaksanain pensi, namun gua cuma bisa berencana tetep hakim pelaksanaan yang memutuskan ya Allah. Pencipta dari segala apa yang ada di dunia ini. Tujuh. Katanya angka ganjil lebih disukai, seminggu itu ada 7 hari, langit diciptain dengan 7 lapis, bahkan bidadari tersedia sebanyak tujuh, tapi kenapa tanggal tujuh juga harus ada hari dimana pencipta kedatengan tamu barunya???. Gua ga tau apa-apa, ga tau rencana pencipta kaya gimana. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.  ………………… ...   Apa kabar ketua PKL yang gagah? Hohoho...

Mei

"19" Tepat hari itu, ditanggal 19 April 2016. Ya, aku mulai menyukai tanggal 19, karena perhitungan ku tepat. Akan terselenggara impian dan tujuan dalam waktu hitungan kurang dari sembilan belas hari. Impian ini begitu hebat, setelah sekian banyak hantaman yang menampar semua keinginan ku, tepat sebulan sebelum impian ku tertanggal di tanggal tujuh. Tepat sebulan sebelum hari H, seseorang menghantam ku lebih dari sekian ratus pentalan yang begitu dahsyat dan aku terpuruk olehnya. Adakah yang lebih parah, setelah sekian janji yang diikrarkan untuk memberikan begitu peluang besar, namun tertanggal 7 April 2016, semua janji perlahan ia ingkari. "Nak, maaf. Maaf kami belum bisa menjadi penolong untuk kalian. Setelah sekian banyak perhitungan dan pengeluaran yang telah kami keluarkan." Dahsyat bukan, setelah semua wejangan yang dikasih, setelah semua materai tertera dan tertanda tangani. Tamparan mana lagi yang lebih parah, wadah yang mana lagi yang bisa menampung per...